Worjd Cup 2010 berakhir sudah, dan memunculkan satu kekuatan baru. Penguasa baru. Jawara baru, Spanyol! Yeay! :D my second country Spain!!
Diawali closing ceremony yang--menurut gua lebih cantik dari opening nya :P
jalannya pertandingan final antara Belanda v Spanyol berlangsung seru. Beberapa kali kedua tim saling bertukar serangan berbahaya.
Spanyol cenderung menguasai bola dan membangun serangan dari bawah, sementara Belanda lebih memfokuskan pada serangan balik yang luar biasa mematikan. Beruntung Saint Iker (Iker Casillas) tampil luar biasa malam itu.
Kerasnya pertandingan juga menjadi topik yang diperbincangkan. Wasit mengeluarkan banyak kartu kuning dan satu kartu merah (dari akumulasi dua kartu kuning) untuk Belanda.
Beruntung bagi Spanyol, melawan sepuluh orang pemain Belanda, gol yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Berawal dari kerjasama cantik Fernando Torres dan Cesc Fabregas, Anders Iniesta menjadi "the right man in the right place" dan menceploskan bola ke gawang Marten Steklenberg. Spanyol pun unggul satu gol di akhir babak ke dua perpanjangan waktu.
Sampai menit ke seratus dua puluh Belanda tidak mampu menyamakan kedudukan, dan Spanyolpun berpesta di tengah lapangan. Seluruh pemain, staf hingga pak pelatih tersayang Del Bosque merayakan gelar dunia pertama bagi Spanyol.
Semua bersuka cita, kecuali tim Belanda dan Pendukungnya ya. Hahaaha. :P
Paul The -supermightymagicalcreature- Octopus
Fenomena si gurita sakti berawal dari prediksi akurat Paul, penghuni Sea Life di Jerman untuk seluruh pertandingan tim Panzer di fase grup. Sekali kalah dan dua lainnya menang. Sejak saat itu si Paul diyakini kesaktiannya oleh banyak orang.
Di tambah dua prediksi akurat lainnya kemenangan Jerman atas Inggris dan Argentina, membuat Paul semakin dipercaya.
Sayangnya dua pertandingan pamungkas lainnya Paul tak lagi memihak Jerman, dan memunculkan nama Spanyol sebagai Jawara baru.
Paul dibenci warga lokal? Ya. Pendukung tim Jerman memang kecewa atas kegagalan Jerman dan beberapa ancaman datang ke Sea Life, rumah Paul. Ancaman yang datang mulai dari penculikan, peracunan sampai ancaman untuk menggoreng dan memakan si gurita.
Yah ramalan itu hanya sekedar forecast. Hasil akhir, menurut gua tergantung dari bagaimana seseorang menentukan takdirnya. Ingat kan, takdir itu ngga di tulis di atas batu. Itu berarti kita bisa membuat takdir kita sendiri!
SEKALI LAGI SELAMAT UNTUK SPANYOL! VIVA LA FURIA ROJA!
Tampilkan postingan dengan label Sepakbola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepakbola. Tampilkan semua postingan
Senin, 12 Juli 2010
Senin, 05 Juli 2010
Jadwal TV Semi Final, Final, dan Tempat ke 3 World Cup 2010 (RCTI)
Semi Final I
7 July 2010
Belanda v Uruguay 01.30 WIB (RCTI)
Semi Final II
8 July 2010
Jerman v Spanyol 01.30 WIB (RCTI)
Tempat ke 3
11 July 2010
Uruguay v Jerman 01.30 WIB (RCTI)
FINAL
12 July 2010
Belanda v Spanyol 01.30 WIB (RCTI)
degdegaaaaannnn! >.<
GO SPAIN GO!
Vamos Èspaña!
Pase lo que pase, Èspaña SIEMPRE!!
7 July 2010
Belanda v Uruguay 01.30 WIB (RCTI)
Semi Final II
8 July 2010
Jerman v Spanyol 01.30 WIB (RCTI)
Tempat ke 3
11 July 2010
Uruguay v Jerman 01.30 WIB (RCTI)
FINAL
12 July 2010
Belanda v Spanyol 01.30 WIB (RCTI)
degdegaaaaannnn! >.<
GO SPAIN GO!
Vamos Èspaña!
Pase lo que pase, Èspaña SIEMPRE!!
Rabu, 30 Juni 2010
Jadwal TV 8 Besar World Cup 2010 (RCTI)
WOW pertandingan 16 besar kemarin bener-bener menegangkan. Mulai dari Inggris v Jerman yang kontroversial sampai drama adu penalty antara Jepang dan Paraguay yang menguras emosi.
Dan, YAY! My second country Spain lolos! :dancing:
Tersisa delapan tim terbaik yang akan saling gusur untuk masuk semi final; Belanda, Uruguay, Jerman, Ghana, Brasil, Jerman, Argentina, Paraguay dan Spanyol.
Cekidot jadwal siarannya! :)
2 Juli 2010
Belanda v Brasil 21.00 WIB (RCTI)
3 Juli 2010
Uruguay v Ghana 01.30 WIB (RCTI)
Jerman v Argentina 21.00 WIB (RCTI)
4 Juli 2010
Paraguay v Spanyol 01.30 WIB (RCTI)
ih udah ga sabar liat laga 'final kepagian' antara Belanda v Brasil dan Jerman v Argentina!
Semoga España lolos, amin!
Dan, YAY! My second country Spain lolos! :dancing:
Tersisa delapan tim terbaik yang akan saling gusur untuk masuk semi final; Belanda, Uruguay, Jerman, Ghana, Brasil, Jerman, Argentina, Paraguay dan Spanyol.
Cekidot jadwal siarannya! :)
2 Juli 2010
Belanda v Brasil 21.00 WIB (RCTI)
3 Juli 2010
Uruguay v Ghana 01.30 WIB (RCTI)
Jerman v Argentina 21.00 WIB (RCTI)
4 Juli 2010
Paraguay v Spanyol 01.30 WIB (RCTI)
ih udah ga sabar liat laga 'final kepagian' antara Belanda v Brasil dan Jerman v Argentina!
Semoga España lolos, amin!
Senin, 28 Juni 2010
football talk - gaya imajinatif dan nuansa peperangan
Gua pernah baca sebuah artikel dari sebuah majalah sepakbola, BOLA Vaganza edisi Agustus 2008 tentang nukilan buku berjudul "Football Talk: The Language & Folklore of The World's Greatest Game" karangan Peter Seddon dan langsung terkesima dibuatnya.
Di artikel ini dikupas bagaimana peperangan sedikit-banyak memengaruhi sepakbola.
Nah berhubung masih dalam suasana riuh rendah piala dunia, di postingan kali ini gua akan membahas ulang artikel itu :)
Sven-Goran Eriksson (manajer Inggris 2002) pernah berkata: "Sepakbola adalah sebuah peperangan, sebuah pertempuran kecil, dan kadang para pemain melakukan hal-hal bodoh"
Dalam buku tersebut di atas, Peter Seddon memaparkan persamaan antara sepakbola dan perang. Bagaimana istilah dalam sepakbola ternyata banyak diadopsi dari istilah peperangan.
Latihan sepakbola sama dengan militer, mengajarkan kerjasama, disiplin, taktik, dan strategi. Pasukan Romawi kuno bermain bola untuk melatih kerjasama dan strategi dalam pertepuran. Beberapa ahli antropologi terkemuka berteori bahwa sepakbola berasal dari ritual perang; sebuah gaya pertempuran teritorial, lengkap dengan korbannya, yang mana hanya dapat diselesaikan lewat kemenangan dan kekalahan yang menghasilkan pemenang serta pecundang.
Analogi terbuka pada debat tapi apa yang tersaji di vocabulary sulit terbantah. Football atau sepakbola tersaji kata: attack, defence, flanks, reserves, captain, advance, retreat, scout, marksman, battler, raider, manoeuvre. Semuanya adalah istilah militer.
Para jurnalis Inggris dulu kerap menulis sebuah pertandingan sepakbola secara hidup. Gawang lawan digambarkan sebagai benteng musuh. Simak gaya bahasa berikut ini;
"Pasukan Blackburn akhirnya sukses menaklukkan skuad Preston setelah serangan demi serangan ke jantung pertahanan mereka. Walau dijaga secara gagah berani dan mereka bertahan hingga titik darah terakhir, Preston akhirnya jatuh"
Posisi, formasi dan teknik juga digambarkan imajinatif. Jenderal lapangan tengah memimpin, seorang penyerang beada di garis depan, bek menjaga lini belakang, skuad, tembakan voli, tendangan cannonball, peluru, howitzer atau bazooka. A young gun atau raw recuit adalah sebutan untuk pemain muda yang baru bergabung.
Saat Inggris mengalahkan Argentina di Jepang saat Piala Dunia 2002 lewat sebuah tendangan penalty Beckham, harian The Sun secara fanatik mengumandangkan semangat perang Falklands 1982.
"PERSETAN SENORS. BECKS' TUNTASKAN DENDAM" judul besar di halaman depan yang ditambahi sub judul "gol yang memberi kita kemenangan pertama atas kecurangan dan diving Argentina sejak 1966"
Lihat pula kompetisi The Champions League atau Liga Champion. Istilah Champion berawal dari abad ketigabelas, seorang satria atau calon satria diminta untuk melakukan duel di lapangan sebagai ujian atas kemampuannya di medan perang. Sang pemenang duel disebut Champion, diambil dari bahasa Latin 'campus' yang artinya lapangan. Para penonton duel kerap meneriakan 'champion!' sebagai penghormatan. Para kesatria ini sebenarnya tidak independen, mereka mengabdi pada seorang penguasa, mereka disebut sebagai serdadu bayaran, situasinya mirip dengan para pesepakbola profesional masa kini.
Istilah lain dari pertempuran di era midieval juga merasuk di sepakbola. Kompetisi sistem gugur disebut tournaments. Dan istilah scrimmage yang artinya kemelut di depan gawang, berasal dari kata skirmish yang digunakan pada abad ketigabelas untuk pertempuran kecil antara dua kelompok ksatria.
Dulu bila pemanah memutuskan tali busurnya di medan perang, dia akan menggantikannya dengan cadangan yang kualitasnya lebih rendah. Kini di sepakbola, pemain cadangan disebut second string.
Gua cukup terkesima akan fakta-fakta ini, ditambah lagi istilah counter attack yang juga merupakan istilah perang. Drama yang tersaji pun tak kalah mendebarkan seperti halnya perang. Makin jatuh cinta deh sama sepakbola :)
Di artikel ini dikupas bagaimana peperangan sedikit-banyak memengaruhi sepakbola.
Nah berhubung masih dalam suasana riuh rendah piala dunia, di postingan kali ini gua akan membahas ulang artikel itu :)
Sven-Goran Eriksson (manajer Inggris 2002) pernah berkata: "Sepakbola adalah sebuah peperangan, sebuah pertempuran kecil, dan kadang para pemain melakukan hal-hal bodoh"
Dalam buku tersebut di atas, Peter Seddon memaparkan persamaan antara sepakbola dan perang. Bagaimana istilah dalam sepakbola ternyata banyak diadopsi dari istilah peperangan.
Latihan sepakbola sama dengan militer, mengajarkan kerjasama, disiplin, taktik, dan strategi. Pasukan Romawi kuno bermain bola untuk melatih kerjasama dan strategi dalam pertepuran. Beberapa ahli antropologi terkemuka berteori bahwa sepakbola berasal dari ritual perang; sebuah gaya pertempuran teritorial, lengkap dengan korbannya, yang mana hanya dapat diselesaikan lewat kemenangan dan kekalahan yang menghasilkan pemenang serta pecundang.
Analogi terbuka pada debat tapi apa yang tersaji di vocabulary sulit terbantah. Football atau sepakbola tersaji kata: attack, defence, flanks, reserves, captain, advance, retreat, scout, marksman, battler, raider, manoeuvre. Semuanya adalah istilah militer.
Para jurnalis Inggris dulu kerap menulis sebuah pertandingan sepakbola secara hidup. Gawang lawan digambarkan sebagai benteng musuh. Simak gaya bahasa berikut ini;
"Pasukan Blackburn akhirnya sukses menaklukkan skuad Preston setelah serangan demi serangan ke jantung pertahanan mereka. Walau dijaga secara gagah berani dan mereka bertahan hingga titik darah terakhir, Preston akhirnya jatuh"
Posisi, formasi dan teknik juga digambarkan imajinatif. Jenderal lapangan tengah memimpin, seorang penyerang beada di garis depan, bek menjaga lini belakang, skuad, tembakan voli, tendangan cannonball, peluru, howitzer atau bazooka. A young gun atau raw recuit adalah sebutan untuk pemain muda yang baru bergabung.
Saat Inggris mengalahkan Argentina di Jepang saat Piala Dunia 2002 lewat sebuah tendangan penalty Beckham, harian The Sun secara fanatik mengumandangkan semangat perang Falklands 1982.
"PERSETAN SENORS. BECKS' TUNTASKAN DENDAM" judul besar di halaman depan yang ditambahi sub judul "gol yang memberi kita kemenangan pertama atas kecurangan dan diving Argentina sejak 1966"
Lihat pula kompetisi The Champions League atau Liga Champion. Istilah Champion berawal dari abad ketigabelas, seorang satria atau calon satria diminta untuk melakukan duel di lapangan sebagai ujian atas kemampuannya di medan perang. Sang pemenang duel disebut Champion, diambil dari bahasa Latin 'campus' yang artinya lapangan. Para penonton duel kerap meneriakan 'champion!' sebagai penghormatan. Para kesatria ini sebenarnya tidak independen, mereka mengabdi pada seorang penguasa, mereka disebut sebagai serdadu bayaran, situasinya mirip dengan para pesepakbola profesional masa kini.
Istilah lain dari pertempuran di era midieval juga merasuk di sepakbola. Kompetisi sistem gugur disebut tournaments. Dan istilah scrimmage yang artinya kemelut di depan gawang, berasal dari kata skirmish yang digunakan pada abad ketigabelas untuk pertempuran kecil antara dua kelompok ksatria.
Dulu bila pemanah memutuskan tali busurnya di medan perang, dia akan menggantikannya dengan cadangan yang kualitasnya lebih rendah. Kini di sepakbola, pemain cadangan disebut second string.
Gua cukup terkesima akan fakta-fakta ini, ditambah lagi istilah counter attack yang juga merupakan istilah perang. Drama yang tersaji pun tak kalah mendebarkan seperti halnya perang. Makin jatuh cinta deh sama sepakbola :)
Minggu, 27 Juni 2010
Jadwal TV 16 Besar World Cup 2010 (RCTI)
Wow, gak terasa ya putaran grup piala dunia 2010 udah berakhir. Setiap grup meloloskan 2 wakilnya, yang terbaik tentunya dan siap bertanding di babak knock out.
Istilah "knock out" maksudnya adalah babak gugur, jadi yang kalah dalam pertandingan tersebut otomatis akan tersingkir dari ajang piala dunia tahun ini.
Nah berhubung gua udah posting jadwal tv buat putaran grup kemarin, kayaknya ga lengkap aja kalo ga ngelanjutin dengan posting jadwal 16 besarnya, so, here you go.
26 Juni 2010
Uruguay v Korea Selatan 21.30 WIB (RCTI)
27 Juni 2010
Amerika Serikat v Ghana 01.30 WIB (RCTI)
Jerman v Inggris 21.00 WIB (RCTI)
28 Juni 2010
Argentina v Meksiko 01.30 WIB (RCTI)
Belanda v Slowakia 21.00 WIB (RCTI)
29 Juni 2010
Brasil v Cili 01.30 WIB (RCTI)
Paraguay v Jepang 21.00 WIB (RCTI)
30 Juni 2010
Spanyol v Portugal 01.30 WIB (RCTI)
Istilah "knock out" maksudnya adalah babak gugur, jadi yang kalah dalam pertandingan tersebut otomatis akan tersingkir dari ajang piala dunia tahun ini.
Nah berhubung gua udah posting jadwal tv buat putaran grup kemarin, kayaknya ga lengkap aja kalo ga ngelanjutin dengan posting jadwal 16 besarnya, so, here you go.
26 Juni 2010
Uruguay v Korea Selatan 21.30 WIB (RCTI)
27 Juni 2010
Amerika Serikat v Ghana 01.30 WIB (RCTI)
Jerman v Inggris 21.00 WIB (RCTI)
28 Juni 2010
Argentina v Meksiko 01.30 WIB (RCTI)
Belanda v Slowakia 21.00 WIB (RCTI)
29 Juni 2010
Brasil v Cili 01.30 WIB (RCTI)
Paraguay v Jepang 21.00 WIB (RCTI)
30 Juni 2010
Spanyol v Portugal 01.30 WIB (RCTI)
Sabtu, 12 Juni 2010
Jadwal Siaran TV World Cup 2010 - Putaran Grup - RCTI dan Global TV
Piala dunia dataaaannnngggg!! :dancing dancing dancing:
asik deh semalem nonton opening ceremonynya yang kereeenn banget! Dilanjutin pertandingan pembuka antara tuan rumah Afrika Selatan v Meksiko. Walaupun sempet ada insiden penganuliran gol, akhirnya kedua tim berbagi hasil seri 1-1
Hah? Semalem ga nonton opening ceremony?! Ga nonton opening match nya juga?? Buat yang gak nonton gara-gara ga tau jadwal siarannya, postingan kali ini gua bakal kasih jadwal televisi putaran grup World Cup 2010! :D
12 Juni 2010
01.00 wib (kick off=ko) Uruguay v Prancis (RCTI)
18.30 wib (ko) Korea Selatan v Yunani (Global TV)
21.30 wib (ko) Argentina v Nigeria (RCTI)
13 Juni 2010
01.30 wib (ko) Inggris v USA (RCTI)
18.30 wib (ko) Aljazair v Slovenia (Global)
21.30 wib (ko) Serbia v Ghana (RCTI)
14 Juni 2010
01.30 wib (ko) Jerman v Australia (RCTI)
18.30 wib (ko) Belanda v Denmark (Global)
21.30 wib (ko) Jepang v Kamerun (RCTI)
15 Juni 2010
01.30 wib (ko) Italia v Paraguay (RCTI)
18.30 wib (ko) Selandia Baru v Slovakia (Global)
21.30 wib (ko) Pantai Gading v Portugal (RCTI)
16 Juni 2010
01.30 wib (ko) Brasil v Korea Utara (RCTI)
18.30 wib (ko) Honduras v Cili (Global)
21.30 wib (ko) Spanyol v Swiss (RCTI)
17 Juni 2010
01.30 wib (ko) Afrika Selatan v Uruguay (RCTI)
18.30 wib (ko) Argentina v Korea Selatan (Global)
21.30 wib (ko) Yunani v Nigeria (RCTI)
18 Juni 2010
01.30 wib (ko) Prancis v Meksiko (RCTI)
18.30 wib (ko) Jerman v Serbia (Global)
21.30 wib (ko) Slovenia v USA (RCTI)
19 Juni 2010
01.30 wib (ko) Inggris v Aljazair (RCTI)
18.30 wib (ko) Belanda v Jepang (Global)
21.30 wib (ko) Ghana v Australia (RCTI)
20 Juni 2010
01.30 wib (ko) Kamerun v Denmark (RCTI)
18.30 wib (ko) Slovakia v Paraguay (Global)
21.30 wib (ko) Italia v Selandia Baru (RCTI)
21 Juni 2010
01.30 wib (ko) Brasil v Pantai Gading (Global)
18.30 wib (ko) Portugal v Korea Utara (Global)
21.30 wib (ko) Cili v Swiss (RCTI)
22 Juni 2010
01.30 wib (ko) Spanyol v Honduras (RCTI)
21.30 wib (ko) Meksiko v Uruguay (Global)
21.30 wib (ko) Prancis v Afrika Selatan (RCTI)
23 Juni 2010
01.30 wib (ko) Yunani v Argentina (RCTI)
21.30 wib (ko) USA v Aljazair (Global)
21.30 wib (ko) Slovenia v Inggris (RCTI)
24 Juni 2010
01.30 wib (ko) Ghana v Jerman (RCTI)
01.30 wib (ko) Australia v Serbia (Global)
21.00 wib (ko) Paraguay v Selandia Baru (Global)
21.00 wib (ko) Slowakia v Italia (RCTI)
25 Juni 2010
01.30 wib (ko) Kamerun v Belanda (RCTI)
01.30 wib (ko) Denmark v Jepang (Global)
21.30 wib (ko) Portugal v Brasil (RCTI)
21.30 wib (ko) Korea Utara v Pantai Gading (Global)
26 Juni 2010
01.30 wib (ko) Cili v Spanyol (RCTI)
01.30 wib (ko) Swiss v Honduras (Global)
oh, btw, jadwal bisa berubah sewaktu-waktu yah, ;)
Gimana? Udah nentuin tim negara mana yang bakal di dukung?? Berhubung negara kita Indonesia ini ga ikutan, akhirnya saya memutuskan untuk mendukung negara kampung halaman saya aja deh, Spanyol. Hihihii.
asik deh semalem nonton opening ceremonynya yang kereeenn banget! Dilanjutin pertandingan pembuka antara tuan rumah Afrika Selatan v Meksiko. Walaupun sempet ada insiden penganuliran gol, akhirnya kedua tim berbagi hasil seri 1-1
Hah? Semalem ga nonton opening ceremony?! Ga nonton opening match nya juga?? Buat yang gak nonton gara-gara ga tau jadwal siarannya, postingan kali ini gua bakal kasih jadwal televisi putaran grup World Cup 2010! :D
12 Juni 2010
01.00 wib (kick off=ko) Uruguay v Prancis (RCTI)
18.30 wib (ko) Korea Selatan v Yunani (Global TV)
21.30 wib (ko) Argentina v Nigeria (RCTI)
13 Juni 2010
01.30 wib (ko) Inggris v USA (RCTI)
18.30 wib (ko) Aljazair v Slovenia (Global)
21.30 wib (ko) Serbia v Ghana (RCTI)
14 Juni 2010
01.30 wib (ko) Jerman v Australia (RCTI)
18.30 wib (ko) Belanda v Denmark (Global)
21.30 wib (ko) Jepang v Kamerun (RCTI)
15 Juni 2010
01.30 wib (ko) Italia v Paraguay (RCTI)
18.30 wib (ko) Selandia Baru v Slovakia (Global)
21.30 wib (ko) Pantai Gading v Portugal (RCTI)
16 Juni 2010
01.30 wib (ko) Brasil v Korea Utara (RCTI)
18.30 wib (ko) Honduras v Cili (Global)
21.30 wib (ko) Spanyol v Swiss (RCTI)
17 Juni 2010
01.30 wib (ko) Afrika Selatan v Uruguay (RCTI)
18.30 wib (ko) Argentina v Korea Selatan (Global)
21.30 wib (ko) Yunani v Nigeria (RCTI)
18 Juni 2010
01.30 wib (ko) Prancis v Meksiko (RCTI)
18.30 wib (ko) Jerman v Serbia (Global)
21.30 wib (ko) Slovenia v USA (RCTI)
19 Juni 2010
01.30 wib (ko) Inggris v Aljazair (RCTI)
18.30 wib (ko) Belanda v Jepang (Global)
21.30 wib (ko) Ghana v Australia (RCTI)
20 Juni 2010
01.30 wib (ko) Kamerun v Denmark (RCTI)
18.30 wib (ko) Slovakia v Paraguay (Global)
21.30 wib (ko) Italia v Selandia Baru (RCTI)
21 Juni 2010
01.30 wib (ko) Brasil v Pantai Gading (Global)
18.30 wib (ko) Portugal v Korea Utara (Global)
21.30 wib (ko) Cili v Swiss (RCTI)
22 Juni 2010
01.30 wib (ko) Spanyol v Honduras (RCTI)
21.30 wib (ko) Meksiko v Uruguay (Global)
21.30 wib (ko) Prancis v Afrika Selatan (RCTI)
23 Juni 2010
01.30 wib (ko) Yunani v Argentina (RCTI)
21.30 wib (ko) USA v Aljazair (Global)
21.30 wib (ko) Slovenia v Inggris (RCTI)
24 Juni 2010
01.30 wib (ko) Ghana v Jerman (RCTI)
01.30 wib (ko) Australia v Serbia (Global)
21.00 wib (ko) Paraguay v Selandia Baru (Global)
21.00 wib (ko) Slowakia v Italia (RCTI)
25 Juni 2010
01.30 wib (ko) Kamerun v Belanda (RCTI)
01.30 wib (ko) Denmark v Jepang (Global)
21.30 wib (ko) Portugal v Brasil (RCTI)
21.30 wib (ko) Korea Utara v Pantai Gading (Global)
26 Juni 2010
01.30 wib (ko) Cili v Spanyol (RCTI)
01.30 wib (ko) Swiss v Honduras (Global)
oh, btw, jadwal bisa berubah sewaktu-waktu yah, ;)
Gimana? Udah nentuin tim negara mana yang bakal di dukung?? Berhubung negara kita Indonesia ini ga ikutan, akhirnya saya memutuskan untuk mendukung negara kampung halaman saya aja deh, Spanyol. Hihihii.
Jumat, 01 Januari 2010
It's About Aaron James Ramsey
first of all....
HAPPY NEW YEEEEAAAAARRRRRR AAAALLLLLLLLL!!!!! WOOTWOOT IM SO FRIKKIN EXITED COZ I SPENT THE NEW YEARS EVE WITH MY BEST FRIENDS!! :d hope you all have a good time too :)
Sekarang gua bermaksud untuk ngebahas sedikit tentang young gunner.
Belakangan ini gua sedang memerhatikan seorang gunner yang penampilannya oke banget pada beberapa match. yap, tepat, udah gua tulis juga di judulnya sih... Aaron Ramsey. gua sangat serius waktu gua nulis 'penampilannya yang oke banget' karena emang, dia SUPER. gua dan beberpa temen Gooner lainnyapun sependapat untuk menyebut dia sebagai 'The Next Cesc Fabregas'. Serius. Cara dia dribbling, umpan-umpannya, akurasi operan dan lain-lainnya emang persis gaya bermain seorang Cesc.
Well, ini sedikit tentang Aaron!!
Aaron James Ramsey lahir di Caerphilly, Wales pada tanggal 26 Desember tahun 1990 (how young!!!) dia sekarang bermain untuk Arsenal sebagai gelandang serang dan sering juga dipasang sebagai fullback.
sebenernya kalo mau baca info lengkapnya sih tinggal buka wikipedia aja, tapi kalo gua lebih suka membahas sedikit tentang pribadi Aaron :)
gua ngerasa dia itu lebih cocok bermain di sayap (?) entah kenapa, gaya permainannya yang menyerang membuat gua berandai-andai bagaimana jadinya kalo Wenger memasangnya di sayap kiri, lalu lebih ketengah diisi sama Cesc dan Arshavin. plus theo walcott. aduuhhh... tapi sepertinya ini hanya akan menjadi andai-andai karena pada kenyataannya Wenger nggak akan pernah memasang skema seperti ini ya? :/
pic:


entah mengapa saya merasa dia jadi terlihat lebih HOT saat rambutnya berantakan (?) apakah ini gara-gara saya kelewat sering melihat Cesc yang selalu tampil rapi (?) entah LOL
Semoga penampilan Aaron kian berkembang seiring frekwensi bermainnya untuk tim inti bertambah. hitung-hitung persiapan untuk masa depan Arsenal saat sang kapten pergi suatu saat nanti.
HAPPY NEW YEEEEAAAAARRRRRR AAAALLLLLLLLL!!!!! WOOTWOOT IM SO FRIKKIN EXITED COZ I SPENT THE NEW YEARS EVE WITH MY BEST FRIENDS!! :d hope you all have a good time too :)
Sekarang gua bermaksud untuk ngebahas sedikit tentang young gunner.
Belakangan ini gua sedang memerhatikan seorang gunner yang penampilannya oke banget pada beberapa match. yap, tepat, udah gua tulis juga di judulnya sih... Aaron Ramsey. gua sangat serius waktu gua nulis 'penampilannya yang oke banget' karena emang, dia SUPER. gua dan beberpa temen Gooner lainnyapun sependapat untuk menyebut dia sebagai 'The Next Cesc Fabregas'. Serius. Cara dia dribbling, umpan-umpannya, akurasi operan dan lain-lainnya emang persis gaya bermain seorang Cesc.
Well, ini sedikit tentang Aaron!!
Aaron James Ramsey lahir di Caerphilly, Wales pada tanggal 26 Desember tahun 1990 (how young!!!) dia sekarang bermain untuk Arsenal sebagai gelandang serang dan sering juga dipasang sebagai fullback.
sebenernya kalo mau baca info lengkapnya sih tinggal buka wikipedia aja, tapi kalo gua lebih suka membahas sedikit tentang pribadi Aaron :)
gua ngerasa dia itu lebih cocok bermain di sayap (?) entah kenapa, gaya permainannya yang menyerang membuat gua berandai-andai bagaimana jadinya kalo Wenger memasangnya di sayap kiri, lalu lebih ketengah diisi sama Cesc dan Arshavin. plus theo walcott. aduuhhh... tapi sepertinya ini hanya akan menjadi andai-andai karena pada kenyataannya Wenger nggak akan pernah memasang skema seperti ini ya? :/
pic:
entah mengapa saya merasa dia jadi terlihat lebih HOT saat rambutnya berantakan (?) apakah ini gara-gara saya kelewat sering melihat Cesc yang selalu tampil rapi (?) entah LOL
Semoga penampilan Aaron kian berkembang seiring frekwensi bermainnya untuk tim inti bertambah. hitung-hitung persiapan untuk masa depan Arsenal saat sang kapten pergi suatu saat nanti.
Rabu, 18 November 2009
Tentang Emirates Stadium
Emirates Stadium adalah stadion sepak bola yang terletak di Ashburton Grove di Holloway, London utara, dan merupakan markas utama klub sepak bola Arsenal F.C. sejak Juli 2006. Stadion ini merupakan stadion sepak bola terbesar kedua di kompetisi Liga Utama Inggris setelah Old Trafford dan merupakan terbesar keempat di daratan Inggris setelah Stadion Wembley (London), Old Trafford (Manchester), dan Stadion Millennium (Cardiff).
Stadion ini memiliki kapasitas 60.432 penonton, menggantikan stadion lama Arsenal, Highbury yang telah dipakai Arsenal selama kurang lebih 93 tahun (1913-2006). Pembuatan stadion ini membutuhkan dana kurang lebih sekitar 430 juta poundsterling. Sebelumnya stadion ini bernama Ashburton Grove, tapi dinamai Emirates Stadium karena tim Arsenal mencapai kesepakatan dengan perusahaan penerbangan Emirates untuk mensponsori Arsenal selama 15 tahun.

*sumber: wikipedia, soccer series: canon revolution
Stadion ini memiliki kapasitas 60.432 penonton, menggantikan stadion lama Arsenal, Highbury yang telah dipakai Arsenal selama kurang lebih 93 tahun (1913-2006). Pembuatan stadion ini membutuhkan dana kurang lebih sekitar 430 juta poundsterling. Sebelumnya stadion ini bernama Ashburton Grove, tapi dinamai Emirates Stadium karena tim Arsenal mencapai kesepakatan dengan perusahaan penerbangan Emirates untuk mensponsori Arsenal selama 15 tahun.
*sumber: wikipedia, soccer series: canon revolution
Minggu, 01 November 2009
Sejengkal lebih mengenal Arsene Wenger, memang berbeda sejak muda.
Fokus, sungguh-sungguh, dan tak berhenti belajar. Begitulah karakter Wenger kala masih muda. Ketika diperkenalkan kepada sepak bola oleh sang ayah pada umur 6 tahun, dia sungguh-sungguh menekuninya meski posturnya tidak ideal. Impiannya adalah menjadi seperti Franz Beckenbauer yang sangat elegan.
Berada di desa yang terisolasi tak membuat Wenger patah arang. Dia yakin menjadi pebola profesional bukanlah impian yang terlampau tinggi untuk diraih. Caranya, dia berlatih sangat tekun dan berdisiplin.
"Jika ingin bekerja dengan baik, kita harus mampu menjaga tubuh. Karena tak punya fisik yang kuat, saya cepat sadar akan hal in. Saya masih ingat, kala di tim village, 11 pemain menghabiskan 10 botol anggur setelah bertanding. Saya adalah satu-satunya yang tak minum. Mereka menjadikan budaya itu untuk mempererat ikatan. Tapi, saya punya komitmen untuk merealisasikan mimpi menjadi pebola profesional" Kenang Wenger.

Hal lain yang membedakan wenger dari rekan-rekan sebayanya pada waktu itu adalah komitmennya terhadap pendidikan. Sambil bermain bola, dia tetap meneruskan kuliahnya di University of Strasbourg hingga menggapai gelar sarjana ekonomi. Bahkan sempat menimma ilmu di Inggris. Tepatnya di Cambridge.
"Para pebola profesional Perancis kerap menghabiskan waktu liburan di Club Med. Saya membeli tiket pesawat ke London. Seorang teman menyarankan saya kuliah di Cambridge untuk memperdalam bahasa Inggris. Saya menimba ilmu selama tiga pekan. Di sana, saya menyewa sepeda sebagai alat transportasi" Kisah Wenger. "Teman-teman setim menganggap saya sudah gila"
Bukan tanpa alasan Wenger tetap memprioritaskan sekolah.
"Dulu, orang-orang menganggap pebola itu berotak udang. Jika berpapasan dengan orang dan kita mengaku sebagai pebola, dia akan cepat pergi meninggalkan kita. Satu-satunya cara untuk mendapat pengakuan adalah dengan menjadi seorang mahasiswa" Paparnya.
Kedua orang tua Wenger, Alphonse dan Louise, menentang sang anak kala memilih sepak bola sebagai jalan hidup. Mereka lebih suka Wenger melanjutkan bisnis sukucadang kendaraan yang mereka rintis. Mereka pun sangat menentang kala Wenger menjadi pelatih tim junior Strasbourg karena itu berarti dia harus mencurahkan seluruh perhatian kepada sepak bola.
Namun begitu, kedua orang tua Wenger pun akhirnya luluh juga menyaksikan kesuksesan anaknya menjadi pelatih klub-klub besar seperti AS Monaco, Nagoya Grampus, dan kini Arsenal FC.
*Sumber: Soccer Series: Cannon Revolution.
Berada di desa yang terisolasi tak membuat Wenger patah arang. Dia yakin menjadi pebola profesional bukanlah impian yang terlampau tinggi untuk diraih. Caranya, dia berlatih sangat tekun dan berdisiplin.
"Jika ingin bekerja dengan baik, kita harus mampu menjaga tubuh. Karena tak punya fisik yang kuat, saya cepat sadar akan hal in. Saya masih ingat, kala di tim village, 11 pemain menghabiskan 10 botol anggur setelah bertanding. Saya adalah satu-satunya yang tak minum. Mereka menjadikan budaya itu untuk mempererat ikatan. Tapi, saya punya komitmen untuk merealisasikan mimpi menjadi pebola profesional" Kenang Wenger.
Hal lain yang membedakan wenger dari rekan-rekan sebayanya pada waktu itu adalah komitmennya terhadap pendidikan. Sambil bermain bola, dia tetap meneruskan kuliahnya di University of Strasbourg hingga menggapai gelar sarjana ekonomi. Bahkan sempat menimma ilmu di Inggris. Tepatnya di Cambridge.
"Para pebola profesional Perancis kerap menghabiskan waktu liburan di Club Med. Saya membeli tiket pesawat ke London. Seorang teman menyarankan saya kuliah di Cambridge untuk memperdalam bahasa Inggris. Saya menimba ilmu selama tiga pekan. Di sana, saya menyewa sepeda sebagai alat transportasi" Kisah Wenger. "Teman-teman setim menganggap saya sudah gila"
Bukan tanpa alasan Wenger tetap memprioritaskan sekolah.
"Dulu, orang-orang menganggap pebola itu berotak udang. Jika berpapasan dengan orang dan kita mengaku sebagai pebola, dia akan cepat pergi meninggalkan kita. Satu-satunya cara untuk mendapat pengakuan adalah dengan menjadi seorang mahasiswa" Paparnya.
Kedua orang tua Wenger, Alphonse dan Louise, menentang sang anak kala memilih sepak bola sebagai jalan hidup. Mereka lebih suka Wenger melanjutkan bisnis sukucadang kendaraan yang mereka rintis. Mereka pun sangat menentang kala Wenger menjadi pelatih tim junior Strasbourg karena itu berarti dia harus mencurahkan seluruh perhatian kepada sepak bola.
Namun begitu, kedua orang tua Wenger pun akhirnya luluh juga menyaksikan kesuksesan anaknya menjadi pelatih klub-klub besar seperti AS Monaco, Nagoya Grampus, dan kini Arsenal FC.
*Sumber: Soccer Series: Cannon Revolution.
Kamis, 29 Oktober 2009
Sejengkal lebih mengenal Arsene Wenger, Professor humanis.
Sebagai seorang gooner (fan Arsenal) tentunya sosok Arsene Wenger sudah menjadi tokoh panutan bagi saya. Kepribadiannya yang penuh dengan rasa kemanusiaan, juga ke-geniusannya dalam menghadapi persoalan-persoalan klub membuat saya merasa dialah tokoh bapak yang sangat bijak dan heroik. Nah, oleh karena itu pada postingan kali ini saya ingin sekali memperkenalkan sosok Sang Professor.
Arsene Wenger lahir pada 22 Oktober 1949 di Strasbourg, Perancis. Wenger mulai menangani Arsenal sejak 1996. Wenger memiliki gelar Sarjana untuk Electrical Engineering dan gelar Master dibidang Ekonomi di Strasbourg University. Anak dari Alphonse dan Louise Wenger ini juga menguasai berbagai bahasa seperti Perancis (tentu saja), Jerman, Spanyol, dan Bahasa Inggris. Dia juga berbicara bahasa Italia dan Jepang.

Gabriel Marcotti, seorang jurnalis sepak bola asal Italia suatu kali pernah mengutarakan pendapatnya soal Wenger. "Wenger adalah (Rene) Descartes-nya sepak bola. Dia seorang filsuf olahraga yang selalu mengedepankan rasionalitas dengan tujuan mengabdi kepada permainan indah, bukan sekedar memenangkan gelar juara"
Tony Adams, bek legendaris Arsenal, mengakui kegeniusan Wenger. Menurutnya, hal itulah yang membedakan Wenger dari manajer-manajer sebelumnya. "Arsene betul-betul berbeda dari sosok-sosok yang pernah dihadapi para pemain sebelumnya. Dia adalah seorang pemikir dan pendengar yang baik. Lebih dari itu, dia punya perhatian besar terhadap para pemainnya. Dia sangat tahu cara membuat mereka tampil dengan kemampuan terbaik"
Pemikiran serupa juga datang dari Thiery Henry dan eks manajer Crytal Palace Iain Dowie. "Dia bukan sekedar manajer hebat, melainkan juga manusia yang hebat" Ucap Henry. Sementara Dowie berujar, "Dia adalah figur hebat yang bisa dijadikan contoh bagi para manajer muda. Dia itu kalem dan genius"
"Dia punya visi, hasrat, keahlian, dan motivasi yang kuat. Selahn itu, dia juga sangat menjunjung tinggi persahabatan. Dia tidak pernah melupakan semua orang yang pernah berada di dekatnya" Papar Gerard Houllier, salah satu sahabat Wenger.
Nilai minus dari kepribadian Wenger, itu adalah sikap perfeksionisnya yang kerap berlebihan. Gara-gara itu pula, dia kadang tak mau mendengar kata-kata orang lain. "Dia itu keras kepala. Itu karena tuntutannya yang tinggi untuk meraih prestasi dengan caranya sendiri" Lanjut Houllier.

Meski demikian, Wenger bukanlah figur yang mudah menyalahkan orang lain kala mengalami kegagalan. Para pemain Arsenal tahu betul bagaimana sikap Wenger di ruang ganti. Dia hampir tak pernah mengumbar kemarahan, apalagi 'menceramahi' anak-anak asuhannya semalam suntuk kala mereka kalah.
"Saya selalu mendukung para pemain untuk berekspresi dan mengenali dunia di luar klub ini. Itu memang bukan berarti saya selalu setuju dengan mereka. Saya selalu mencoba mempertahankan kesatuan di dalam tim. Itu sebabnya saya tak pernah mengatakan bahwa pemain X bermain sangat buruk kala kami kalah karena sayalah yang bertanggung jawab. Sayalah yang memilih pemain itu" Papar The Professor.
*Sumber: Wikipedia, Soccer Series: Cannon Revolution
Arsene Wenger lahir pada 22 Oktober 1949 di Strasbourg, Perancis. Wenger mulai menangani Arsenal sejak 1996. Wenger memiliki gelar Sarjana untuk Electrical Engineering dan gelar Master dibidang Ekonomi di Strasbourg University. Anak dari Alphonse dan Louise Wenger ini juga menguasai berbagai bahasa seperti Perancis (tentu saja), Jerman, Spanyol, dan Bahasa Inggris. Dia juga berbicara bahasa Italia dan Jepang.
Gabriel Marcotti, seorang jurnalis sepak bola asal Italia suatu kali pernah mengutarakan pendapatnya soal Wenger. "Wenger adalah (Rene) Descartes-nya sepak bola. Dia seorang filsuf olahraga yang selalu mengedepankan rasionalitas dengan tujuan mengabdi kepada permainan indah, bukan sekedar memenangkan gelar juara"
Tony Adams, bek legendaris Arsenal, mengakui kegeniusan Wenger. Menurutnya, hal itulah yang membedakan Wenger dari manajer-manajer sebelumnya. "Arsene betul-betul berbeda dari sosok-sosok yang pernah dihadapi para pemain sebelumnya. Dia adalah seorang pemikir dan pendengar yang baik. Lebih dari itu, dia punya perhatian besar terhadap para pemainnya. Dia sangat tahu cara membuat mereka tampil dengan kemampuan terbaik"
Pemikiran serupa juga datang dari Thiery Henry dan eks manajer Crytal Palace Iain Dowie. "Dia bukan sekedar manajer hebat, melainkan juga manusia yang hebat" Ucap Henry. Sementara Dowie berujar, "Dia adalah figur hebat yang bisa dijadikan contoh bagi para manajer muda. Dia itu kalem dan genius"
"Dia punya visi, hasrat, keahlian, dan motivasi yang kuat. Selahn itu, dia juga sangat menjunjung tinggi persahabatan. Dia tidak pernah melupakan semua orang yang pernah berada di dekatnya" Papar Gerard Houllier, salah satu sahabat Wenger.
Nilai minus dari kepribadian Wenger, itu adalah sikap perfeksionisnya yang kerap berlebihan. Gara-gara itu pula, dia kadang tak mau mendengar kata-kata orang lain. "Dia itu keras kepala. Itu karena tuntutannya yang tinggi untuk meraih prestasi dengan caranya sendiri" Lanjut Houllier.
Meski demikian, Wenger bukanlah figur yang mudah menyalahkan orang lain kala mengalami kegagalan. Para pemain Arsenal tahu betul bagaimana sikap Wenger di ruang ganti. Dia hampir tak pernah mengumbar kemarahan, apalagi 'menceramahi' anak-anak asuhannya semalam suntuk kala mereka kalah.
"Saya selalu mendukung para pemain untuk berekspresi dan mengenali dunia di luar klub ini. Itu memang bukan berarti saya selalu setuju dengan mereka. Saya selalu mencoba mempertahankan kesatuan di dalam tim. Itu sebabnya saya tak pernah mengatakan bahwa pemain X bermain sangat buruk kala kami kalah karena sayalah yang bertanggung jawab. Sayalah yang memilih pemain itu" Papar The Professor.
*Sumber: Wikipedia, Soccer Series: Cannon Revolution
Langganan:
Postingan (Atom)