Tampilkan postingan dengan label Arsenal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arsenal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Januari 2010

It's About Aaron James Ramsey

first of all....
HAPPY NEW YEEEEAAAAARRRRRR AAAALLLLLLLLL!!!!! WOOTWOOT IM SO FRIKKIN EXITED COZ I SPENT THE NEW YEARS EVE WITH MY BEST FRIENDS!! :d hope you all have a good time too :)

Sekarang gua bermaksud untuk ngebahas sedikit tentang young gunner.

Belakangan ini gua sedang memerhatikan seorang gunner yang penampilannya oke banget pada beberapa match. yap, tepat, udah gua tulis juga di judulnya sih... Aaron Ramsey. gua sangat serius waktu gua nulis 'penampilannya yang oke banget' karena emang, dia SUPER. gua dan beberpa temen Gooner lainnyapun sependapat untuk menyebut dia sebagai 'The Next Cesc Fabregas'. Serius. Cara dia dribbling, umpan-umpannya, akurasi operan dan lain-lainnya emang persis gaya bermain seorang Cesc.
Well, ini sedikit tentang Aaron!!

Aaron James Ramsey lahir di Caerphilly, Wales pada tanggal 26 Desember tahun 1990 (how young!!!) dia sekarang bermain untuk Arsenal sebagai gelandang serang dan sering juga dipasang sebagai fullback.

sebenernya kalo mau baca info lengkapnya sih tinggal buka wikipedia aja, tapi kalo gua lebih suka membahas sedikit tentang pribadi Aaron :)

gua ngerasa dia itu lebih cocok bermain di sayap (?) entah kenapa, gaya permainannya yang menyerang membuat gua berandai-andai bagaimana jadinya kalo Wenger memasangnya di sayap kiri, lalu lebih ketengah diisi sama Cesc dan Arshavin. plus theo walcott. aduuhhh... tapi sepertinya ini hanya akan menjadi andai-andai karena pada kenyataannya Wenger nggak akan pernah memasang skema seperti ini ya? :/

pic:





entah mengapa saya merasa dia jadi terlihat lebih HOT saat rambutnya berantakan (?) apakah ini gara-gara saya kelewat sering melihat Cesc yang selalu tampil rapi (?) entah LOL


Semoga penampilan Aaron kian berkembang seiring frekwensi bermainnya untuk tim inti bertambah. hitung-hitung persiapan untuk masa depan Arsenal saat sang kapten pergi suatu saat nanti.

Rabu, 18 November 2009

Tentang Emirates Stadium

Emirates Stadium adalah stadion sepak bola yang terletak di Ashburton Grove di Holloway, London utara, dan merupakan markas utama klub sepak bola Arsenal F.C. sejak Juli 2006. Stadion ini merupakan stadion sepak bola terbesar kedua di kompetisi Liga Utama Inggris setelah Old Trafford dan merupakan terbesar keempat di daratan Inggris setelah Stadion Wembley (London), Old Trafford (Manchester), dan Stadion Millennium (Cardiff).

Stadion ini memiliki kapasitas 60.432 penonton, menggantikan stadion lama Arsenal, Highbury yang telah dipakai Arsenal selama kurang lebih 93 tahun (1913-2006). Pembuatan stadion ini membutuhkan dana kurang lebih sekitar 430 juta poundsterling. Sebelumnya stadion ini bernama Ashburton Grove, tapi dinamai Emirates Stadium karena tim Arsenal mencapai kesepakatan dengan perusahaan penerbangan Emirates untuk mensponsori Arsenal selama 15 tahun.

Image Hosted by ImageShack.us



*sumber: wikipedia, soccer series: canon revolution

Minggu, 01 November 2009

Sejengkal lebih mengenal Arsene Wenger, memang berbeda sejak muda.

Fokus, sungguh-sungguh, dan tak berhenti belajar. Begitulah karakter Wenger kala masih muda. Ketika diperkenalkan kepada sepak bola oleh sang ayah pada umur 6 tahun, dia sungguh-sungguh menekuninya meski posturnya tidak ideal. Impiannya adalah menjadi seperti Franz Beckenbauer yang sangat elegan.

Berada di desa yang terisolasi tak membuat Wenger patah arang. Dia yakin menjadi pebola profesional bukanlah impian yang terlampau tinggi untuk diraih. Caranya, dia berlatih sangat tekun dan berdisiplin.

"Jika ingin bekerja dengan baik, kita harus mampu menjaga tubuh. Karena tak punya fisik yang kuat, saya cepat sadar akan hal in. Saya masih ingat, kala di tim village, 11 pemain menghabiskan 10 botol anggur setelah bertanding. Saya adalah satu-satunya yang tak minum. Mereka menjadikan budaya itu untuk mempererat ikatan. Tapi, saya punya komitmen untuk merealisasikan mimpi menjadi pebola profesional" Kenang Wenger.

Image Hosted by ImageShack.us

Hal lain yang membedakan wenger dari rekan-rekan sebayanya pada waktu itu adalah komitmennya terhadap pendidikan. Sambil bermain bola, dia tetap meneruskan kuliahnya di University of Strasbourg hingga menggapai gelar sarjana ekonomi. Bahkan sempat menimma ilmu di Inggris. Tepatnya di Cambridge.

"Para pebola profesional Perancis kerap menghabiskan waktu liburan di Club Med. Saya membeli tiket pesawat ke London. Seorang teman menyarankan saya kuliah di Cambridge untuk memperdalam bahasa Inggris. Saya menimba ilmu selama tiga pekan. Di sana, saya menyewa sepeda sebagai alat transportasi" Kisah Wenger. "Teman-teman setim menganggap saya sudah gila"

Bukan tanpa alasan Wenger tetap memprioritaskan sekolah.
"Dulu, orang-orang menganggap pebola itu berotak udang. Jika berpapasan dengan orang dan kita mengaku sebagai pebola, dia akan cepat pergi meninggalkan kita. Satu-satunya cara untuk mendapat pengakuan adalah dengan menjadi seorang mahasiswa" Paparnya.

Kedua orang tua Wenger, Alphonse dan Louise, menentang sang anak kala memilih sepak bola sebagai jalan hidup. Mereka lebih suka Wenger melanjutkan bisnis sukucadang kendaraan yang mereka rintis. Mereka pun sangat menentang kala Wenger menjadi pelatih tim junior Strasbourg karena itu berarti dia harus mencurahkan seluruh perhatian kepada sepak bola.

Namun begitu, kedua orang tua Wenger pun akhirnya luluh juga menyaksikan kesuksesan anaknya menjadi pelatih klub-klub besar seperti AS Monaco, Nagoya Grampus, dan kini Arsenal FC.

*Sumber: Soccer Series: Cannon Revolution.

Kamis, 29 Oktober 2009

Sejengkal lebih mengenal Arsene Wenger, Professor humanis.

Sebagai seorang gooner (fan Arsenal) tentunya sosok Arsene Wenger sudah menjadi tokoh panutan bagi saya. Kepribadiannya yang penuh dengan rasa kemanusiaan, juga ke-geniusannya dalam menghadapi persoalan-persoalan klub membuat saya merasa dialah tokoh bapak yang sangat bijak dan heroik. Nah, oleh karena itu pada postingan kali ini saya ingin sekali memperkenalkan sosok Sang Professor.

Arsene Wenger lahir pada 22 Oktober 1949 di Strasbourg, Perancis. Wenger mulai menangani Arsenal sejak 1996. Wenger memiliki gelar Sarjana untuk Electrical Engineering dan gelar Master dibidang Ekonomi di Strasbourg University. Anak dari Alphonse dan Louise Wenger ini juga menguasai berbagai bahasa seperti Perancis (tentu saja), Jerman, Spanyol, dan Bahasa Inggris. Dia juga berbicara bahasa Italia dan Jepang.

Image Hosted by ImageShack.us

Gabriel Marcotti, seorang jurnalis sepak bola asal Italia suatu kali pernah mengutarakan pendapatnya soal Wenger. "Wenger adalah (Rene) Descartes-nya sepak bola. Dia seorang filsuf olahraga yang selalu mengedepankan rasionalitas dengan tujuan mengabdi kepada permainan indah, bukan sekedar memenangkan gelar juara"

Tony Adams, bek legendaris Arsenal, mengakui kegeniusan Wenger. Menurutnya, hal itulah yang membedakan Wenger dari manajer-manajer sebelumnya. "Arsene betul-betul berbeda dari sosok-sosok yang pernah dihadapi para pemain sebelumnya. Dia adalah seorang pemikir dan pendengar yang baik. Lebih dari itu, dia punya perhatian besar terhadap para pemainnya. Dia sangat tahu cara membuat mereka tampil dengan kemampuan terbaik"

Pemikiran serupa juga datang dari Thiery Henry dan eks manajer Crytal Palace Iain Dowie. "Dia bukan sekedar manajer hebat, melainkan juga manusia yang hebat" Ucap Henry. Sementara Dowie berujar, "Dia adalah figur hebat yang bisa dijadikan contoh bagi para manajer muda. Dia itu kalem dan genius"

"Dia punya visi, hasrat, keahlian, dan motivasi yang kuat. Selahn itu, dia juga sangat menjunjung tinggi persahabatan. Dia tidak pernah melupakan semua orang yang pernah berada di dekatnya" Papar Gerard Houllier, salah satu sahabat Wenger.

Nilai minus dari kepribadian Wenger, itu adalah sikap perfeksionisnya yang kerap berlebihan. Gara-gara itu pula, dia kadang tak mau mendengar kata-kata orang lain. "Dia itu keras kepala. Itu karena tuntutannya yang tinggi untuk meraih prestasi dengan caranya sendiri" Lanjut Houllier.

Image Hosted by ImageShack.us

Meski demikian, Wenger bukanlah figur yang mudah menyalahkan orang lain kala mengalami kegagalan. Para pemain Arsenal tahu betul bagaimana sikap Wenger di ruang ganti. Dia hampir tak pernah mengumbar kemarahan, apalagi 'menceramahi' anak-anak asuhannya semalam suntuk kala mereka kalah.

"Saya selalu mendukung para pemain untuk berekspresi dan mengenali dunia di luar klub ini. Itu memang bukan berarti saya selalu setuju dengan mereka. Saya selalu mencoba mempertahankan kesatuan di dalam tim. Itu sebabnya saya tak pernah mengatakan bahwa pemain X bermain sangat buruk kala kami kalah karena sayalah yang bertanggung jawab. Sayalah yang memilih pemain itu" Papar The Professor.

*Sumber: Wikipedia, Soccer Series: Cannon Revolution