Worjd Cup 2010 berakhir sudah, dan memunculkan satu kekuatan baru. Penguasa baru. Jawara baru, Spanyol! Yeay! :D my second country Spain!!
Diawali closing ceremony yang--menurut gua lebih cantik dari opening nya :P
jalannya pertandingan final antara Belanda v Spanyol berlangsung seru. Beberapa kali kedua tim saling bertukar serangan berbahaya.
Spanyol cenderung menguasai bola dan membangun serangan dari bawah, sementara Belanda lebih memfokuskan pada serangan balik yang luar biasa mematikan. Beruntung Saint Iker (Iker Casillas) tampil luar biasa malam itu.
Kerasnya pertandingan juga menjadi topik yang diperbincangkan. Wasit mengeluarkan banyak kartu kuning dan satu kartu merah (dari akumulasi dua kartu kuning) untuk Belanda.
Beruntung bagi Spanyol, melawan sepuluh orang pemain Belanda, gol yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Berawal dari kerjasama cantik Fernando Torres dan Cesc Fabregas, Anders Iniesta menjadi "the right man in the right place" dan menceploskan bola ke gawang Marten Steklenberg. Spanyol pun unggul satu gol di akhir babak ke dua perpanjangan waktu.
Sampai menit ke seratus dua puluh Belanda tidak mampu menyamakan kedudukan, dan Spanyolpun berpesta di tengah lapangan. Seluruh pemain, staf hingga pak pelatih tersayang Del Bosque merayakan gelar dunia pertama bagi Spanyol.
Semua bersuka cita, kecuali tim Belanda dan Pendukungnya ya. Hahaaha. :P
Paul The -supermightymagicalcreature- Octopus
Fenomena si gurita sakti berawal dari prediksi akurat Paul, penghuni Sea Life di Jerman untuk seluruh pertandingan tim Panzer di fase grup. Sekali kalah dan dua lainnya menang. Sejak saat itu si Paul diyakini kesaktiannya oleh banyak orang.
Di tambah dua prediksi akurat lainnya kemenangan Jerman atas Inggris dan Argentina, membuat Paul semakin dipercaya.
Sayangnya dua pertandingan pamungkas lainnya Paul tak lagi memihak Jerman, dan memunculkan nama Spanyol sebagai Jawara baru.
Paul dibenci warga lokal? Ya. Pendukung tim Jerman memang kecewa atas kegagalan Jerman dan beberapa ancaman datang ke Sea Life, rumah Paul. Ancaman yang datang mulai dari penculikan, peracunan sampai ancaman untuk menggoreng dan memakan si gurita.
Yah ramalan itu hanya sekedar forecast. Hasil akhir, menurut gua tergantung dari bagaimana seseorang menentukan takdirnya. Ingat kan, takdir itu ngga di tulis di atas batu. Itu berarti kita bisa membuat takdir kita sendiri!
SEKALI LAGI SELAMAT UNTUK SPANYOL! VIVA LA FURIA ROJA!
Tampilkan postingan dengan label Pembahasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembahasan. Tampilkan semua postingan
Senin, 12 Juli 2010
Senin, 28 Juni 2010
football talk - gaya imajinatif dan nuansa peperangan
Gua pernah baca sebuah artikel dari sebuah majalah sepakbola, BOLA Vaganza edisi Agustus 2008 tentang nukilan buku berjudul "Football Talk: The Language & Folklore of The World's Greatest Game" karangan Peter Seddon dan langsung terkesima dibuatnya.
Di artikel ini dikupas bagaimana peperangan sedikit-banyak memengaruhi sepakbola.
Nah berhubung masih dalam suasana riuh rendah piala dunia, di postingan kali ini gua akan membahas ulang artikel itu :)
Sven-Goran Eriksson (manajer Inggris 2002) pernah berkata: "Sepakbola adalah sebuah peperangan, sebuah pertempuran kecil, dan kadang para pemain melakukan hal-hal bodoh"
Dalam buku tersebut di atas, Peter Seddon memaparkan persamaan antara sepakbola dan perang. Bagaimana istilah dalam sepakbola ternyata banyak diadopsi dari istilah peperangan.
Latihan sepakbola sama dengan militer, mengajarkan kerjasama, disiplin, taktik, dan strategi. Pasukan Romawi kuno bermain bola untuk melatih kerjasama dan strategi dalam pertepuran. Beberapa ahli antropologi terkemuka berteori bahwa sepakbola berasal dari ritual perang; sebuah gaya pertempuran teritorial, lengkap dengan korbannya, yang mana hanya dapat diselesaikan lewat kemenangan dan kekalahan yang menghasilkan pemenang serta pecundang.
Analogi terbuka pada debat tapi apa yang tersaji di vocabulary sulit terbantah. Football atau sepakbola tersaji kata: attack, defence, flanks, reserves, captain, advance, retreat, scout, marksman, battler, raider, manoeuvre. Semuanya adalah istilah militer.
Para jurnalis Inggris dulu kerap menulis sebuah pertandingan sepakbola secara hidup. Gawang lawan digambarkan sebagai benteng musuh. Simak gaya bahasa berikut ini;
"Pasukan Blackburn akhirnya sukses menaklukkan skuad Preston setelah serangan demi serangan ke jantung pertahanan mereka. Walau dijaga secara gagah berani dan mereka bertahan hingga titik darah terakhir, Preston akhirnya jatuh"
Posisi, formasi dan teknik juga digambarkan imajinatif. Jenderal lapangan tengah memimpin, seorang penyerang beada di garis depan, bek menjaga lini belakang, skuad, tembakan voli, tendangan cannonball, peluru, howitzer atau bazooka. A young gun atau raw recuit adalah sebutan untuk pemain muda yang baru bergabung.
Saat Inggris mengalahkan Argentina di Jepang saat Piala Dunia 2002 lewat sebuah tendangan penalty Beckham, harian The Sun secara fanatik mengumandangkan semangat perang Falklands 1982.
"PERSETAN SENORS. BECKS' TUNTASKAN DENDAM" judul besar di halaman depan yang ditambahi sub judul "gol yang memberi kita kemenangan pertama atas kecurangan dan diving Argentina sejak 1966"
Lihat pula kompetisi The Champions League atau Liga Champion. Istilah Champion berawal dari abad ketigabelas, seorang satria atau calon satria diminta untuk melakukan duel di lapangan sebagai ujian atas kemampuannya di medan perang. Sang pemenang duel disebut Champion, diambil dari bahasa Latin 'campus' yang artinya lapangan. Para penonton duel kerap meneriakan 'champion!' sebagai penghormatan. Para kesatria ini sebenarnya tidak independen, mereka mengabdi pada seorang penguasa, mereka disebut sebagai serdadu bayaran, situasinya mirip dengan para pesepakbola profesional masa kini.
Istilah lain dari pertempuran di era midieval juga merasuk di sepakbola. Kompetisi sistem gugur disebut tournaments. Dan istilah scrimmage yang artinya kemelut di depan gawang, berasal dari kata skirmish yang digunakan pada abad ketigabelas untuk pertempuran kecil antara dua kelompok ksatria.
Dulu bila pemanah memutuskan tali busurnya di medan perang, dia akan menggantikannya dengan cadangan yang kualitasnya lebih rendah. Kini di sepakbola, pemain cadangan disebut second string.
Gua cukup terkesima akan fakta-fakta ini, ditambah lagi istilah counter attack yang juga merupakan istilah perang. Drama yang tersaji pun tak kalah mendebarkan seperti halnya perang. Makin jatuh cinta deh sama sepakbola :)
Di artikel ini dikupas bagaimana peperangan sedikit-banyak memengaruhi sepakbola.
Nah berhubung masih dalam suasana riuh rendah piala dunia, di postingan kali ini gua akan membahas ulang artikel itu :)
Sven-Goran Eriksson (manajer Inggris 2002) pernah berkata: "Sepakbola adalah sebuah peperangan, sebuah pertempuran kecil, dan kadang para pemain melakukan hal-hal bodoh"
Dalam buku tersebut di atas, Peter Seddon memaparkan persamaan antara sepakbola dan perang. Bagaimana istilah dalam sepakbola ternyata banyak diadopsi dari istilah peperangan.
Latihan sepakbola sama dengan militer, mengajarkan kerjasama, disiplin, taktik, dan strategi. Pasukan Romawi kuno bermain bola untuk melatih kerjasama dan strategi dalam pertepuran. Beberapa ahli antropologi terkemuka berteori bahwa sepakbola berasal dari ritual perang; sebuah gaya pertempuran teritorial, lengkap dengan korbannya, yang mana hanya dapat diselesaikan lewat kemenangan dan kekalahan yang menghasilkan pemenang serta pecundang.
Analogi terbuka pada debat tapi apa yang tersaji di vocabulary sulit terbantah. Football atau sepakbola tersaji kata: attack, defence, flanks, reserves, captain, advance, retreat, scout, marksman, battler, raider, manoeuvre. Semuanya adalah istilah militer.
Para jurnalis Inggris dulu kerap menulis sebuah pertandingan sepakbola secara hidup. Gawang lawan digambarkan sebagai benteng musuh. Simak gaya bahasa berikut ini;
"Pasukan Blackburn akhirnya sukses menaklukkan skuad Preston setelah serangan demi serangan ke jantung pertahanan mereka. Walau dijaga secara gagah berani dan mereka bertahan hingga titik darah terakhir, Preston akhirnya jatuh"
Posisi, formasi dan teknik juga digambarkan imajinatif. Jenderal lapangan tengah memimpin, seorang penyerang beada di garis depan, bek menjaga lini belakang, skuad, tembakan voli, tendangan cannonball, peluru, howitzer atau bazooka. A young gun atau raw recuit adalah sebutan untuk pemain muda yang baru bergabung.
Saat Inggris mengalahkan Argentina di Jepang saat Piala Dunia 2002 lewat sebuah tendangan penalty Beckham, harian The Sun secara fanatik mengumandangkan semangat perang Falklands 1982.
"PERSETAN SENORS. BECKS' TUNTASKAN DENDAM" judul besar di halaman depan yang ditambahi sub judul "gol yang memberi kita kemenangan pertama atas kecurangan dan diving Argentina sejak 1966"
Lihat pula kompetisi The Champions League atau Liga Champion. Istilah Champion berawal dari abad ketigabelas, seorang satria atau calon satria diminta untuk melakukan duel di lapangan sebagai ujian atas kemampuannya di medan perang. Sang pemenang duel disebut Champion, diambil dari bahasa Latin 'campus' yang artinya lapangan. Para penonton duel kerap meneriakan 'champion!' sebagai penghormatan. Para kesatria ini sebenarnya tidak independen, mereka mengabdi pada seorang penguasa, mereka disebut sebagai serdadu bayaran, situasinya mirip dengan para pesepakbola profesional masa kini.
Istilah lain dari pertempuran di era midieval juga merasuk di sepakbola. Kompetisi sistem gugur disebut tournaments. Dan istilah scrimmage yang artinya kemelut di depan gawang, berasal dari kata skirmish yang digunakan pada abad ketigabelas untuk pertempuran kecil antara dua kelompok ksatria.
Dulu bila pemanah memutuskan tali busurnya di medan perang, dia akan menggantikannya dengan cadangan yang kualitasnya lebih rendah. Kini di sepakbola, pemain cadangan disebut second string.
Gua cukup terkesima akan fakta-fakta ini, ditambah lagi istilah counter attack yang juga merupakan istilah perang. Drama yang tersaji pun tak kalah mendebarkan seperti halnya perang. Makin jatuh cinta deh sama sepakbola :)
Jumat, 01 Januari 2010
It's About Aaron James Ramsey
first of all....
HAPPY NEW YEEEEAAAAARRRRRR AAAALLLLLLLLL!!!!! WOOTWOOT IM SO FRIKKIN EXITED COZ I SPENT THE NEW YEARS EVE WITH MY BEST FRIENDS!! :d hope you all have a good time too :)
Sekarang gua bermaksud untuk ngebahas sedikit tentang young gunner.
Belakangan ini gua sedang memerhatikan seorang gunner yang penampilannya oke banget pada beberapa match. yap, tepat, udah gua tulis juga di judulnya sih... Aaron Ramsey. gua sangat serius waktu gua nulis 'penampilannya yang oke banget' karena emang, dia SUPER. gua dan beberpa temen Gooner lainnyapun sependapat untuk menyebut dia sebagai 'The Next Cesc Fabregas'. Serius. Cara dia dribbling, umpan-umpannya, akurasi operan dan lain-lainnya emang persis gaya bermain seorang Cesc.
Well, ini sedikit tentang Aaron!!
Aaron James Ramsey lahir di Caerphilly, Wales pada tanggal 26 Desember tahun 1990 (how young!!!) dia sekarang bermain untuk Arsenal sebagai gelandang serang dan sering juga dipasang sebagai fullback.
sebenernya kalo mau baca info lengkapnya sih tinggal buka wikipedia aja, tapi kalo gua lebih suka membahas sedikit tentang pribadi Aaron :)
gua ngerasa dia itu lebih cocok bermain di sayap (?) entah kenapa, gaya permainannya yang menyerang membuat gua berandai-andai bagaimana jadinya kalo Wenger memasangnya di sayap kiri, lalu lebih ketengah diisi sama Cesc dan Arshavin. plus theo walcott. aduuhhh... tapi sepertinya ini hanya akan menjadi andai-andai karena pada kenyataannya Wenger nggak akan pernah memasang skema seperti ini ya? :/
pic:


entah mengapa saya merasa dia jadi terlihat lebih HOT saat rambutnya berantakan (?) apakah ini gara-gara saya kelewat sering melihat Cesc yang selalu tampil rapi (?) entah LOL
Semoga penampilan Aaron kian berkembang seiring frekwensi bermainnya untuk tim inti bertambah. hitung-hitung persiapan untuk masa depan Arsenal saat sang kapten pergi suatu saat nanti.
HAPPY NEW YEEEEAAAAARRRRRR AAAALLLLLLLLL!!!!! WOOTWOOT IM SO FRIKKIN EXITED COZ I SPENT THE NEW YEARS EVE WITH MY BEST FRIENDS!! :d hope you all have a good time too :)
Sekarang gua bermaksud untuk ngebahas sedikit tentang young gunner.
Belakangan ini gua sedang memerhatikan seorang gunner yang penampilannya oke banget pada beberapa match. yap, tepat, udah gua tulis juga di judulnya sih... Aaron Ramsey. gua sangat serius waktu gua nulis 'penampilannya yang oke banget' karena emang, dia SUPER. gua dan beberpa temen Gooner lainnyapun sependapat untuk menyebut dia sebagai 'The Next Cesc Fabregas'. Serius. Cara dia dribbling, umpan-umpannya, akurasi operan dan lain-lainnya emang persis gaya bermain seorang Cesc.
Well, ini sedikit tentang Aaron!!
Aaron James Ramsey lahir di Caerphilly, Wales pada tanggal 26 Desember tahun 1990 (how young!!!) dia sekarang bermain untuk Arsenal sebagai gelandang serang dan sering juga dipasang sebagai fullback.
sebenernya kalo mau baca info lengkapnya sih tinggal buka wikipedia aja, tapi kalo gua lebih suka membahas sedikit tentang pribadi Aaron :)
gua ngerasa dia itu lebih cocok bermain di sayap (?) entah kenapa, gaya permainannya yang menyerang membuat gua berandai-andai bagaimana jadinya kalo Wenger memasangnya di sayap kiri, lalu lebih ketengah diisi sama Cesc dan Arshavin. plus theo walcott. aduuhhh... tapi sepertinya ini hanya akan menjadi andai-andai karena pada kenyataannya Wenger nggak akan pernah memasang skema seperti ini ya? :/
pic:
entah mengapa saya merasa dia jadi terlihat lebih HOT saat rambutnya berantakan (?) apakah ini gara-gara saya kelewat sering melihat Cesc yang selalu tampil rapi (?) entah LOL
Semoga penampilan Aaron kian berkembang seiring frekwensi bermainnya untuk tim inti bertambah. hitung-hitung persiapan untuk masa depan Arsenal saat sang kapten pergi suatu saat nanti.
Jumat, 18 Desember 2009
Adegan Memorable di New Moon
Oke, mungkin agak telat ya ngebahas ini. Tapi setelah pengalaman tiga kali nonton New Moon, (Twilight gua nonton empat kali) gua menyimpulkan beberapa adegan yang memang memorable banget buat gua.
1. Adegan Bella tenggelam di Laut trus Bayangan Edward muncul.
Entah kenapa ya, ini adalah adegan favorit gua di New Moon. Sumpah romantis banget!!!!!!! Bayangan Edward muncul dari arah yang berlawanan dengan tubuh Bella pas dia tepar—pingsan di dalem air. Mungkin karena efek di dalem air plus slow-motionnya yang bikin gua bergetar gimaannnaaaa gitu (halah).
2. Adegan Nonton Barengnya Jacob-Bella-Mike.
Sumpah! Gua ngga nyangka banget kalo scene ini bakal jadi kocak! Saat nonton, Bella duduk diantara Mike dan Jacob, kedua-duanya ngarep banget bisa megang tangan Bella.
3. Adegan Jacob nolong Bella yang Jatuh dari Motor.
Adegan ini sempet bikin jantung gue berhenti berdetak sepersekiandetik. Oh my gosh. Jacob membersihkan darah Bella dengan membuka kausnya. Dear, God. Badannya……………………………………
4. Adegan Bella dan Edward Lari-lari di Hutan
Seisi gedung bioskop—cewe maupun cowo—termasuk gua juga, bersorak: “Jiiiiaaaaahhhhh….. India-he banget!!” Adegan ini berasal dari penerawangan Alice untuk masa depan Bella sebagai seorang Vampire. Digambarkan dengan Bella dan Edward berkejaran di hutan dengan kulit bella yang ‘blink-blink’ tersorot matahari dan kalo diperhatikan, warna mata Bella juga jadi merah.
5. Adegan Bella Loncat dari Tebing.
Setelah liat adegan ini gua langsung tertantang buat terjun bebas juga!!!! Hanya ada satu kendala sebenernya, untuk gua tidak melakukan hal yang sangat menantang tersebut; ngga akan ada cowok seksi yang nyelametin gua kalo gua kelelep. Ugh!
Itu aja kayaknya yang paling membuat gua kecanduan untuk nonton lagi dan lagi. Dan kekurangan…..
Film se-keren apapun juga pasti ada kelemahannya, begitu juga New Moon. Dan menurut gua;
1. Subtitle Bahasa Indonesianya SSUMPAHHH JELEEEKKK BANGEETT. Udah tahu bakalan lebih mirip ke novel, harusnya yang bikin sub-nya kerja sama atau konsultasi lah palingg ngga sama penerjemah novelnya. Huufff… gua sampe pebgen nindih itu subtitle rasanya. Kalo di suruh milih, lebih baik ngga ada sub-nya atau pake sub Inggris aja -.-. gara-gara sub yang jelek, ada beberapa adegan yang seharusnya menggigit jadi adem ayem, dan jokes-jokes jadi ga lucu. Aih!
2. Ngga Ada Adegan Yang Paling Gua Tunggu!!!!! AAAAAARRRGGHHH!!! Adegan yang gua maksud adalah adegan negosiasinya Bella yang minta jadi Vampire ke Edward yang berlangsung dalam kamarnya Bella (dalam novel). Padahal disitu rommmaannnnttiisssssss abissss pastinya -.- soalnya ada dialog Edward yang; “Before you Bella… bla bla bla” ituuuuu!!!! Aaaahhhhh!!!!
3. New Moon (film) kelewat maksaain untuk sedemikian rupa sama dengan novelnya. Ngga seperti Twilight yang menurut gua, ANJRIT KOK BEDA SAMA NOVELNYA????? New Moon cenderung memaksakan diri mengadopsi adegan di novel, yang jadinya, menurut gua, rada kurang nyambung. Kenapa? Yah lo bayangin aja novel setebel itu kalo di-film-in seutuhnya???? Harusnya di buat kayak Twilight (film) aja, jadi, yang belum pernah baca novelnya bisa tetep nyambung.
4. Clan Volturi di New Moon kok Gak Serem ya?
Serem yang gua maksud adalah 'kesan' seram gitu,,, seperti yang gua dapatkan di Novel. hhmmm... gimana mau deg-degan pas Edward menghadap Volturi (pas baca novelnya gua deg-degan tapi kok filmnya.....) kalo kesan 'angker'nya nga nampak?
5. Jacobnya Kelewat Ganteng.
Kalo di nove, gua terlanjur men-cap Jacob itu reseh, nyebelin, tukang ikut campur bla bla bla... walaupun di Breaking Dawn (buku ke empat) akhirnya gua malah jadi suka banget sama Jacob. nah, di filmnya, gua sungguh sungguh nggak sampai hati membenci Jacob. lo bayangnin aja, yang ada malah kesian. "Ya Allah, kok cowok se-hot itu dianggurin. ckck,"
Oke, segitu aja deh bahasan tentang New Moon. Walau bagaimanapun, gua akan dengan TIDAK SABAR menunggu kelanjutan ceritanya di Eclipse yang bakal tayang sekitar Juni tahun depan. AAAAAHHHH!!!!! KENAPA SIH JUNI BULAN KE ENAAAMMM????
Selasa, 24 November 2009
Manusia = Tukang Kritik
Manusia adalah tukang kritik. Bener gak sih?
Setiap hari dan setiap waktu seorang manusia pasti mengkritik suatu hal dengan alasan yang berbeda-beda. Termasuk gua, tentunya. Ada tukang kritik yang memang mengkritik pada tempatnya a.k.a kritik untuk kebaikan dan dengan alasan yang jelas dan membangun, dan berdasarkan dengan sudut pandang banyak sisi, bukan hanya sudut pandangnya semata. Tapi ada juga orang yang mengkritik suatu hal hanya karena sudut pandang dirinya dengan hal tersebut ga sejalan. Nah kritikus seperti ini jelas bukan kategori kritik untuk kebaikan ya.

Manusia tukang kritik. Ya kan?
Coba aja kita merenung sebentar dan ingat-ingat kejadian kecil di masa lalu.
Pernahkah lo membunyikan kalimat sejenis ini dalam hati?;
"Aduh itu orang dandanannya kelewat mencolok deh, coba vest dan kalung blink-blinknya dilepas, pasti cantik"
Atau
"Gila apa 2009 Jakarta masih banjir aja?? Pemerintah tuh kerjanya ngapain kalo masalah klasik kayak gini aja ga kelar-kelar? Coba mereka..."
Lalu
"Ih, sikapnya kok begitu banget sih? Udah jelek, sadar dong"
dan
"Harusnya tuh... bla bla bla..."
Manusia cenderung mempunyai keinginan untuk merubah segala sesuatu hal disekitarnya menurut cara pandangnya. Ya, karena manusia bukan Tuhan, jadi manusia lebih menunjukkan kecenderungannya itu lewat kritik.
Kritikus. Gila ya? Bahkan ada orang yang pekerjaannya mengkritik.
Anders Celcius, sang jenius pencipta satuan ukur suhu paling populer di dunia, derajat Celcius, sekaligus orang pertama yang bikin termometer Celcius pun pernah jadi korban kritik yang pada akhirnya merubah ciptaannya.
Aslinya, Anders menentukan angka 0 derajat sebagai titik didih air dan 100 derajat untuk titik beku. Lho? Bukannya kebalik ya?
Yes. Tukang kritik berhasil membalikkan fakta.
Setelah Andres meninggal di tahun 1744, banyak orang yang akhirnya mendiskusikan lagi hal ini dan akhirnya ditetapkan kalau titik beku adalah 0 dan titik didih ada di angka 100 derajat Celcius.

Hey! Yang benar aja!
Maksud gua, si jenius Anders Celcius itu lah yang menciptakannya! Yang menemukannya! Suka-suka dia dong mau digimanakan barang temuannya itu? Kenapa seenaknya di ganti-ganti begitu? Apa hanya karena angka 100 lebih besar dari 0? Pas orangnya udah meninggal lagi?
Cih.
Kenapa ga orang-orang iseng ini belajar dan berusaha menemukan atau menciptakan alat baru daripada ngutak-atik penemuan orang?
Dengan kata lan, "Urus aja dirilo sendiri Man!"
Menurut pendapat pribadi gua, sekali lagi, manusia adalah tukang kritik. Ingin segala sesuatunya berjalan sesuai sudut pandangnya.
Setiap hari dan setiap waktu seorang manusia pasti mengkritik suatu hal dengan alasan yang berbeda-beda. Termasuk gua, tentunya. Ada tukang kritik yang memang mengkritik pada tempatnya a.k.a kritik untuk kebaikan dan dengan alasan yang jelas dan membangun, dan berdasarkan dengan sudut pandang banyak sisi, bukan hanya sudut pandangnya semata. Tapi ada juga orang yang mengkritik suatu hal hanya karena sudut pandang dirinya dengan hal tersebut ga sejalan. Nah kritikus seperti ini jelas bukan kategori kritik untuk kebaikan ya.
Manusia tukang kritik. Ya kan?
Coba aja kita merenung sebentar dan ingat-ingat kejadian kecil di masa lalu.
Pernahkah lo membunyikan kalimat sejenis ini dalam hati?;
"Aduh itu orang dandanannya kelewat mencolok deh, coba vest dan kalung blink-blinknya dilepas, pasti cantik"
Atau
"Gila apa 2009 Jakarta masih banjir aja?? Pemerintah tuh kerjanya ngapain kalo masalah klasik kayak gini aja ga kelar-kelar? Coba mereka..."
Lalu
"Ih, sikapnya kok begitu banget sih? Udah jelek, sadar dong"
dan
"Harusnya tuh... bla bla bla..."
Manusia cenderung mempunyai keinginan untuk merubah segala sesuatu hal disekitarnya menurut cara pandangnya. Ya, karena manusia bukan Tuhan, jadi manusia lebih menunjukkan kecenderungannya itu lewat kritik.
Kritikus. Gila ya? Bahkan ada orang yang pekerjaannya mengkritik.
Anders Celcius, sang jenius pencipta satuan ukur suhu paling populer di dunia, derajat Celcius, sekaligus orang pertama yang bikin termometer Celcius pun pernah jadi korban kritik yang pada akhirnya merubah ciptaannya.
Aslinya, Anders menentukan angka 0 derajat sebagai titik didih air dan 100 derajat untuk titik beku. Lho? Bukannya kebalik ya?
Yes. Tukang kritik berhasil membalikkan fakta.
Setelah Andres meninggal di tahun 1744, banyak orang yang akhirnya mendiskusikan lagi hal ini dan akhirnya ditetapkan kalau titik beku adalah 0 dan titik didih ada di angka 100 derajat Celcius.
Hey! Yang benar aja!
Maksud gua, si jenius Anders Celcius itu lah yang menciptakannya! Yang menemukannya! Suka-suka dia dong mau digimanakan barang temuannya itu? Kenapa seenaknya di ganti-ganti begitu? Apa hanya karena angka 100 lebih besar dari 0? Pas orangnya udah meninggal lagi?
Cih.
Kenapa ga orang-orang iseng ini belajar dan berusaha menemukan atau menciptakan alat baru daripada ngutak-atik penemuan orang?
Dengan kata lan, "Urus aja dirilo sendiri Man!"
Menurut pendapat pribadi gua, sekali lagi, manusia adalah tukang kritik. Ingin segala sesuatunya berjalan sesuai sudut pandangnya.
Kamis, 19 November 2009
Cesc, Carlotta, dan Kengirian Gua Terhadap Mereka.
Tahu kapten Arsenal Francesc Fabregas? Untuk penggemar The Gunners pastinya nama ini tidak asing lagi ya.
Pesepakbola berbakat asal Spanyol ini memang sedang hangat-hangatnya dibincangkan karena dua klub raksasa Spanyol, Barcelona dan Real Madrid sedang ngotot mendapatkan jasa Fabregas.
Nah, kali ini gua ga akan ngebahas tentang sepakbola. Tapi lebih ke kehidupan pribadi seorang Cesc.
Cesc memiliki saudari perempuan bernama Carlotta. Lalu, apa hubungannya dengan gua? Gua ga punya hubungan darah dengan mereka (jelas). Hanya satu hal yang mengkaitkan gua dengan dua bersaudara ini, yaitu... Gua IRI sama mereka.
Pertanyaannya adalah, hal apa yang bikin gua iri. Ini alasannya.
1. Carlotta punya kakak, gua ngga.
Dari dulu, gua pengen banget punya kakak, laki-laki, atau perempuan sama saja, yang penting kakak. Yah berhubung gua anak pertama, ga mungkin dipaksain. Oke, gua punya banyak temen yang punya kakak, tapi tetep aja rasa iri gua sama Carlotta tetep lebih besar dibanding sama mereka. Kenapa? Lihat nomor dua ;)
2. Carlotta punya kakak Cesc Fabregas.
Yang satu ini bener-bener bikin gua jealous seribu kali lipat. Dia punya kakak seorang Cesc Fabregas. Hah! Jangan tanya alasannya, seluruh postan gua digabungin jadi satu pun ga akan cukup untuk nulisin betapa gua kagumnya sama Cesc Fabregas. Clear?
Teman-teman terdekat gua juga pasti ngerti bagaimana kata "Cesc Fabregas" dalam kehidupan gua.
3. Hubungan Cesc dan Carlotta.
Mereka itu emang kakak-adik. Itu sudah jelas, tapi hubungan mereka yang luar biasa dekat jelas bikin iri. Gua emang ga punya kakak, tapi gua punya adik. Dua. Tapi hubungan gua dengan adik-adik gua ngga kelihatan seperti kakak-adik. Oke, dimata orang lain mungkin akan kelihatan normal-normal aja, dan cenderung baik. Itu mungkin karena keluarga gua cukup dikenal sebagai keluarga "baik-baik" di mata masyarakat sekitar. Tapi di dalam? Siapa yang tahu?
Nah, balik lagi ke Cesc dan Carlotta. Mereka luar biasa dekat. Lihat aja beberapa foto mereka. Kalo asal foto narsis, semua pasangan kakak-adik di seluruh dunia jelas pernah. Tapi suasana hangat yang ikut terfoto jelas bukan milik semua orang.
Sorot mata mereka, ekspresi wajah, momen-momen bersama... Seolah-olah aura cinta menguar di sekitar mereka.
Gua iri. Sumpah.
Rabu, 18 November 2009
Tentang Emirates Stadium
Emirates Stadium adalah stadion sepak bola yang terletak di Ashburton Grove di Holloway, London utara, dan merupakan markas utama klub sepak bola Arsenal F.C. sejak Juli 2006. Stadion ini merupakan stadion sepak bola terbesar kedua di kompetisi Liga Utama Inggris setelah Old Trafford dan merupakan terbesar keempat di daratan Inggris setelah Stadion Wembley (London), Old Trafford (Manchester), dan Stadion Millennium (Cardiff).
Stadion ini memiliki kapasitas 60.432 penonton, menggantikan stadion lama Arsenal, Highbury yang telah dipakai Arsenal selama kurang lebih 93 tahun (1913-2006). Pembuatan stadion ini membutuhkan dana kurang lebih sekitar 430 juta poundsterling. Sebelumnya stadion ini bernama Ashburton Grove, tapi dinamai Emirates Stadium karena tim Arsenal mencapai kesepakatan dengan perusahaan penerbangan Emirates untuk mensponsori Arsenal selama 15 tahun.

*sumber: wikipedia, soccer series: canon revolution
Stadion ini memiliki kapasitas 60.432 penonton, menggantikan stadion lama Arsenal, Highbury yang telah dipakai Arsenal selama kurang lebih 93 tahun (1913-2006). Pembuatan stadion ini membutuhkan dana kurang lebih sekitar 430 juta poundsterling. Sebelumnya stadion ini bernama Ashburton Grove, tapi dinamai Emirates Stadium karena tim Arsenal mencapai kesepakatan dengan perusahaan penerbangan Emirates untuk mensponsori Arsenal selama 15 tahun.
*sumber: wikipedia, soccer series: canon revolution
Kamis, 12 November 2009
Fan Fiction
Janji di postingan sebelumnya adalah ngebahas tentang fanfic atau fiksi fan.
Here you go. :)
Fanfic, terdiri dari dua kata; fan, yang berarti penggemar. Dan Fiction/Fiksi adalah rekaan. Secara keseluruhan, fanfic atau fanfiction adalah karya tulis berbentuk paragraf deskriptif yang dibuat oleh seorang/sekelompok penggemar yang menceritakan tokoh/objek idolanya.
Simpelnya, fanfic itu adalah cerita original yang dibuat oleh fan, dengan menggunakan tokoh, latar tempat, latar situasi dan waktu yang bertepatan dengan film, buku, atau bahkan komik asal tokoh utama.
Di dunia maya, fiksifan biasa ditulis dengan keywords; FF, fanfic, fanfiction atau fic.
Pada awalnya, fanfic hanya dibuat oleh orang tertentu, yang kemudian dimuat di majalah sebagai kolom tetap. Nah, orang tertentu yang saya maksud disini adalah orang-orang yang memang bekerja dari menulis. Semacam penulis reguler cerpen yang sering kita jumpai di majalah, hanya saya orang-orang ini memang mengkhususkan diri untuk menulis fanfic.
Seiring perkembangan jaman, makin banyak penulis amatir yang merefleksikan rasa kagumnya pada suatu tokoh dengan cara menuliskan sebuah cerita rekaan tentang idolanya. Apalagi setelah internet mendunia, banyak banget forum-forum atau milis yang sengaja mengkhususkan diri memuat karya fiksi penggemar. Bisa coba kunjungi: http://www.fanfiction.net
di situs ini terdapat ribuan fanfic yang dipos kan oleh para pengarang dari berbagai penjuru dunia.
Kamu juga bisa ikut posting fic kamu disini :)
dari situs ini, fic kamu akan dibaca oleh guests forum atau member yang akan memberikan komentar/reviews tentang fic kamu. Jangan kaget ya, kalo fic kiriman kamu ngga mendapat sambutan hangat. Terkadang reviews yang datang malah menjelek-jelekkan fic kamu. Tapi, who cares? Yang penting kan kita udah berani menampilkan hasil karya kita pada banyak orang. Itu yang terpenting!
Nah, dari komen-komen itu kan kita jadi bisa belajar, dimana sih letak kelemahan karya tulis kita?
Sampai saat ini, di internet masih sulit ditemui fanfic dengan Bahasa Indonesia, karena forum-forum penyelenggaranya mayoritas adalah forum internasional, yang menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa penghubungnya.
Fanfic juga populer untuk para penggemar manga dan anime Jepang. Mereka juga membuat fanart =>> sama seperti fanfic, hanya fanart berupa gambar atau lukisan. Juga doujin, sketsa komik strip 4 kolom atau lebih yang menceritakan tokoh anime atau manga tertentu.
Dalam fanfic, doujin dan fanart, juga mengenal istilah 'penggabungan'. Dalam karya fic ini kamu bisa menjumpai tokoh dari berbagai macam film atau buku bertemu untuk mengisahkan cerita baru. Contoh, dalam suatu fic gua pernah menemukan tokoh vampir super tampan dari Twilight, Edward Cullen sedang berhadapan dengan The Hannibal King, si pembasmi vampir dari film Blade Trinity. Seru kan? Kita bisa nge mix tokoh kesayangan kita dengan berbagai dunia fiksi lainnya!
Ga sabar untuk segera bikin fic?
Ayo buruan buka open office atau ms. Wordnya!
Inget ya, yang penting ceritanya adalah cerita original, jangan ngejiplak! Jangan lupa tampilin disclaimer untuk penulis aslinya! Disclaimer ini menunjukkan darimana ide cerita dan penokohan yang kita gunakan. Sepele, tapi penting! :D
Here you go. :)
Fanfic, terdiri dari dua kata; fan, yang berarti penggemar. Dan Fiction/Fiksi adalah rekaan. Secara keseluruhan, fanfic atau fanfiction adalah karya tulis berbentuk paragraf deskriptif yang dibuat oleh seorang/sekelompok penggemar yang menceritakan tokoh/objek idolanya.
Simpelnya, fanfic itu adalah cerita original yang dibuat oleh fan, dengan menggunakan tokoh, latar tempat, latar situasi dan waktu yang bertepatan dengan film, buku, atau bahkan komik asal tokoh utama.
Di dunia maya, fiksifan biasa ditulis dengan keywords; FF, fanfic, fanfiction atau fic.
Pada awalnya, fanfic hanya dibuat oleh orang tertentu, yang kemudian dimuat di majalah sebagai kolom tetap. Nah, orang tertentu yang saya maksud disini adalah orang-orang yang memang bekerja dari menulis. Semacam penulis reguler cerpen yang sering kita jumpai di majalah, hanya saya orang-orang ini memang mengkhususkan diri untuk menulis fanfic.
Seiring perkembangan jaman, makin banyak penulis amatir yang merefleksikan rasa kagumnya pada suatu tokoh dengan cara menuliskan sebuah cerita rekaan tentang idolanya. Apalagi setelah internet mendunia, banyak banget forum-forum atau milis yang sengaja mengkhususkan diri memuat karya fiksi penggemar. Bisa coba kunjungi: http://www.fanfiction.net
di situs ini terdapat ribuan fanfic yang dipos kan oleh para pengarang dari berbagai penjuru dunia.
Kamu juga bisa ikut posting fic kamu disini :)
dari situs ini, fic kamu akan dibaca oleh guests forum atau member yang akan memberikan komentar/reviews tentang fic kamu. Jangan kaget ya, kalo fic kiriman kamu ngga mendapat sambutan hangat. Terkadang reviews yang datang malah menjelek-jelekkan fic kamu. Tapi, who cares? Yang penting kan kita udah berani menampilkan hasil karya kita pada banyak orang. Itu yang terpenting!
Nah, dari komen-komen itu kan kita jadi bisa belajar, dimana sih letak kelemahan karya tulis kita?
Sampai saat ini, di internet masih sulit ditemui fanfic dengan Bahasa Indonesia, karena forum-forum penyelenggaranya mayoritas adalah forum internasional, yang menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa penghubungnya.
Fanfic juga populer untuk para penggemar manga dan anime Jepang. Mereka juga membuat fanart =>> sama seperti fanfic, hanya fanart berupa gambar atau lukisan. Juga doujin, sketsa komik strip 4 kolom atau lebih yang menceritakan tokoh anime atau manga tertentu.
Dalam fanfic, doujin dan fanart, juga mengenal istilah 'penggabungan'. Dalam karya fic ini kamu bisa menjumpai tokoh dari berbagai macam film atau buku bertemu untuk mengisahkan cerita baru. Contoh, dalam suatu fic gua pernah menemukan tokoh vampir super tampan dari Twilight, Edward Cullen sedang berhadapan dengan The Hannibal King, si pembasmi vampir dari film Blade Trinity. Seru kan? Kita bisa nge mix tokoh kesayangan kita dengan berbagai dunia fiksi lainnya!
Ga sabar untuk segera bikin fic?
Ayo buruan buka open office atau ms. Wordnya!
Inget ya, yang penting ceritanya adalah cerita original, jangan ngejiplak! Jangan lupa tampilin disclaimer untuk penulis aslinya! Disclaimer ini menunjukkan darimana ide cerita dan penokohan yang kita gunakan. Sepele, tapi penting! :D
Minggu, 01 November 2009
Sejengkal lebih mengenal Arsene Wenger, memang berbeda sejak muda.
Fokus, sungguh-sungguh, dan tak berhenti belajar. Begitulah karakter Wenger kala masih muda. Ketika diperkenalkan kepada sepak bola oleh sang ayah pada umur 6 tahun, dia sungguh-sungguh menekuninya meski posturnya tidak ideal. Impiannya adalah menjadi seperti Franz Beckenbauer yang sangat elegan.
Berada di desa yang terisolasi tak membuat Wenger patah arang. Dia yakin menjadi pebola profesional bukanlah impian yang terlampau tinggi untuk diraih. Caranya, dia berlatih sangat tekun dan berdisiplin.
"Jika ingin bekerja dengan baik, kita harus mampu menjaga tubuh. Karena tak punya fisik yang kuat, saya cepat sadar akan hal in. Saya masih ingat, kala di tim village, 11 pemain menghabiskan 10 botol anggur setelah bertanding. Saya adalah satu-satunya yang tak minum. Mereka menjadikan budaya itu untuk mempererat ikatan. Tapi, saya punya komitmen untuk merealisasikan mimpi menjadi pebola profesional" Kenang Wenger.

Hal lain yang membedakan wenger dari rekan-rekan sebayanya pada waktu itu adalah komitmennya terhadap pendidikan. Sambil bermain bola, dia tetap meneruskan kuliahnya di University of Strasbourg hingga menggapai gelar sarjana ekonomi. Bahkan sempat menimma ilmu di Inggris. Tepatnya di Cambridge.
"Para pebola profesional Perancis kerap menghabiskan waktu liburan di Club Med. Saya membeli tiket pesawat ke London. Seorang teman menyarankan saya kuliah di Cambridge untuk memperdalam bahasa Inggris. Saya menimba ilmu selama tiga pekan. Di sana, saya menyewa sepeda sebagai alat transportasi" Kisah Wenger. "Teman-teman setim menganggap saya sudah gila"
Bukan tanpa alasan Wenger tetap memprioritaskan sekolah.
"Dulu, orang-orang menganggap pebola itu berotak udang. Jika berpapasan dengan orang dan kita mengaku sebagai pebola, dia akan cepat pergi meninggalkan kita. Satu-satunya cara untuk mendapat pengakuan adalah dengan menjadi seorang mahasiswa" Paparnya.
Kedua orang tua Wenger, Alphonse dan Louise, menentang sang anak kala memilih sepak bola sebagai jalan hidup. Mereka lebih suka Wenger melanjutkan bisnis sukucadang kendaraan yang mereka rintis. Mereka pun sangat menentang kala Wenger menjadi pelatih tim junior Strasbourg karena itu berarti dia harus mencurahkan seluruh perhatian kepada sepak bola.
Namun begitu, kedua orang tua Wenger pun akhirnya luluh juga menyaksikan kesuksesan anaknya menjadi pelatih klub-klub besar seperti AS Monaco, Nagoya Grampus, dan kini Arsenal FC.
*Sumber: Soccer Series: Cannon Revolution.
Berada di desa yang terisolasi tak membuat Wenger patah arang. Dia yakin menjadi pebola profesional bukanlah impian yang terlampau tinggi untuk diraih. Caranya, dia berlatih sangat tekun dan berdisiplin.
"Jika ingin bekerja dengan baik, kita harus mampu menjaga tubuh. Karena tak punya fisik yang kuat, saya cepat sadar akan hal in. Saya masih ingat, kala di tim village, 11 pemain menghabiskan 10 botol anggur setelah bertanding. Saya adalah satu-satunya yang tak minum. Mereka menjadikan budaya itu untuk mempererat ikatan. Tapi, saya punya komitmen untuk merealisasikan mimpi menjadi pebola profesional" Kenang Wenger.
Hal lain yang membedakan wenger dari rekan-rekan sebayanya pada waktu itu adalah komitmennya terhadap pendidikan. Sambil bermain bola, dia tetap meneruskan kuliahnya di University of Strasbourg hingga menggapai gelar sarjana ekonomi. Bahkan sempat menimma ilmu di Inggris. Tepatnya di Cambridge.
"Para pebola profesional Perancis kerap menghabiskan waktu liburan di Club Med. Saya membeli tiket pesawat ke London. Seorang teman menyarankan saya kuliah di Cambridge untuk memperdalam bahasa Inggris. Saya menimba ilmu selama tiga pekan. Di sana, saya menyewa sepeda sebagai alat transportasi" Kisah Wenger. "Teman-teman setim menganggap saya sudah gila"
Bukan tanpa alasan Wenger tetap memprioritaskan sekolah.
"Dulu, orang-orang menganggap pebola itu berotak udang. Jika berpapasan dengan orang dan kita mengaku sebagai pebola, dia akan cepat pergi meninggalkan kita. Satu-satunya cara untuk mendapat pengakuan adalah dengan menjadi seorang mahasiswa" Paparnya.
Kedua orang tua Wenger, Alphonse dan Louise, menentang sang anak kala memilih sepak bola sebagai jalan hidup. Mereka lebih suka Wenger melanjutkan bisnis sukucadang kendaraan yang mereka rintis. Mereka pun sangat menentang kala Wenger menjadi pelatih tim junior Strasbourg karena itu berarti dia harus mencurahkan seluruh perhatian kepada sepak bola.
Namun begitu, kedua orang tua Wenger pun akhirnya luluh juga menyaksikan kesuksesan anaknya menjadi pelatih klub-klub besar seperti AS Monaco, Nagoya Grampus, dan kini Arsenal FC.
*Sumber: Soccer Series: Cannon Revolution.
Kamis, 29 Oktober 2009
Sejengkal lebih mengenal Arsene Wenger, Professor humanis.
Sebagai seorang gooner (fan Arsenal) tentunya sosok Arsene Wenger sudah menjadi tokoh panutan bagi saya. Kepribadiannya yang penuh dengan rasa kemanusiaan, juga ke-geniusannya dalam menghadapi persoalan-persoalan klub membuat saya merasa dialah tokoh bapak yang sangat bijak dan heroik. Nah, oleh karena itu pada postingan kali ini saya ingin sekali memperkenalkan sosok Sang Professor.
Arsene Wenger lahir pada 22 Oktober 1949 di Strasbourg, Perancis. Wenger mulai menangani Arsenal sejak 1996. Wenger memiliki gelar Sarjana untuk Electrical Engineering dan gelar Master dibidang Ekonomi di Strasbourg University. Anak dari Alphonse dan Louise Wenger ini juga menguasai berbagai bahasa seperti Perancis (tentu saja), Jerman, Spanyol, dan Bahasa Inggris. Dia juga berbicara bahasa Italia dan Jepang.

Gabriel Marcotti, seorang jurnalis sepak bola asal Italia suatu kali pernah mengutarakan pendapatnya soal Wenger. "Wenger adalah (Rene) Descartes-nya sepak bola. Dia seorang filsuf olahraga yang selalu mengedepankan rasionalitas dengan tujuan mengabdi kepada permainan indah, bukan sekedar memenangkan gelar juara"
Tony Adams, bek legendaris Arsenal, mengakui kegeniusan Wenger. Menurutnya, hal itulah yang membedakan Wenger dari manajer-manajer sebelumnya. "Arsene betul-betul berbeda dari sosok-sosok yang pernah dihadapi para pemain sebelumnya. Dia adalah seorang pemikir dan pendengar yang baik. Lebih dari itu, dia punya perhatian besar terhadap para pemainnya. Dia sangat tahu cara membuat mereka tampil dengan kemampuan terbaik"
Pemikiran serupa juga datang dari Thiery Henry dan eks manajer Crytal Palace Iain Dowie. "Dia bukan sekedar manajer hebat, melainkan juga manusia yang hebat" Ucap Henry. Sementara Dowie berujar, "Dia adalah figur hebat yang bisa dijadikan contoh bagi para manajer muda. Dia itu kalem dan genius"
"Dia punya visi, hasrat, keahlian, dan motivasi yang kuat. Selahn itu, dia juga sangat menjunjung tinggi persahabatan. Dia tidak pernah melupakan semua orang yang pernah berada di dekatnya" Papar Gerard Houllier, salah satu sahabat Wenger.
Nilai minus dari kepribadian Wenger, itu adalah sikap perfeksionisnya yang kerap berlebihan. Gara-gara itu pula, dia kadang tak mau mendengar kata-kata orang lain. "Dia itu keras kepala. Itu karena tuntutannya yang tinggi untuk meraih prestasi dengan caranya sendiri" Lanjut Houllier.

Meski demikian, Wenger bukanlah figur yang mudah menyalahkan orang lain kala mengalami kegagalan. Para pemain Arsenal tahu betul bagaimana sikap Wenger di ruang ganti. Dia hampir tak pernah mengumbar kemarahan, apalagi 'menceramahi' anak-anak asuhannya semalam suntuk kala mereka kalah.
"Saya selalu mendukung para pemain untuk berekspresi dan mengenali dunia di luar klub ini. Itu memang bukan berarti saya selalu setuju dengan mereka. Saya selalu mencoba mempertahankan kesatuan di dalam tim. Itu sebabnya saya tak pernah mengatakan bahwa pemain X bermain sangat buruk kala kami kalah karena sayalah yang bertanggung jawab. Sayalah yang memilih pemain itu" Papar The Professor.
*Sumber: Wikipedia, Soccer Series: Cannon Revolution
Arsene Wenger lahir pada 22 Oktober 1949 di Strasbourg, Perancis. Wenger mulai menangani Arsenal sejak 1996. Wenger memiliki gelar Sarjana untuk Electrical Engineering dan gelar Master dibidang Ekonomi di Strasbourg University. Anak dari Alphonse dan Louise Wenger ini juga menguasai berbagai bahasa seperti Perancis (tentu saja), Jerman, Spanyol, dan Bahasa Inggris. Dia juga berbicara bahasa Italia dan Jepang.
Gabriel Marcotti, seorang jurnalis sepak bola asal Italia suatu kali pernah mengutarakan pendapatnya soal Wenger. "Wenger adalah (Rene) Descartes-nya sepak bola. Dia seorang filsuf olahraga yang selalu mengedepankan rasionalitas dengan tujuan mengabdi kepada permainan indah, bukan sekedar memenangkan gelar juara"
Tony Adams, bek legendaris Arsenal, mengakui kegeniusan Wenger. Menurutnya, hal itulah yang membedakan Wenger dari manajer-manajer sebelumnya. "Arsene betul-betul berbeda dari sosok-sosok yang pernah dihadapi para pemain sebelumnya. Dia adalah seorang pemikir dan pendengar yang baik. Lebih dari itu, dia punya perhatian besar terhadap para pemainnya. Dia sangat tahu cara membuat mereka tampil dengan kemampuan terbaik"
Pemikiran serupa juga datang dari Thiery Henry dan eks manajer Crytal Palace Iain Dowie. "Dia bukan sekedar manajer hebat, melainkan juga manusia yang hebat" Ucap Henry. Sementara Dowie berujar, "Dia adalah figur hebat yang bisa dijadikan contoh bagi para manajer muda. Dia itu kalem dan genius"
"Dia punya visi, hasrat, keahlian, dan motivasi yang kuat. Selahn itu, dia juga sangat menjunjung tinggi persahabatan. Dia tidak pernah melupakan semua orang yang pernah berada di dekatnya" Papar Gerard Houllier, salah satu sahabat Wenger.
Nilai minus dari kepribadian Wenger, itu adalah sikap perfeksionisnya yang kerap berlebihan. Gara-gara itu pula, dia kadang tak mau mendengar kata-kata orang lain. "Dia itu keras kepala. Itu karena tuntutannya yang tinggi untuk meraih prestasi dengan caranya sendiri" Lanjut Houllier.
Meski demikian, Wenger bukanlah figur yang mudah menyalahkan orang lain kala mengalami kegagalan. Para pemain Arsenal tahu betul bagaimana sikap Wenger di ruang ganti. Dia hampir tak pernah mengumbar kemarahan, apalagi 'menceramahi' anak-anak asuhannya semalam suntuk kala mereka kalah.
"Saya selalu mendukung para pemain untuk berekspresi dan mengenali dunia di luar klub ini. Itu memang bukan berarti saya selalu setuju dengan mereka. Saya selalu mencoba mempertahankan kesatuan di dalam tim. Itu sebabnya saya tak pernah mengatakan bahwa pemain X bermain sangat buruk kala kami kalah karena sayalah yang bertanggung jawab. Sayalah yang memilih pemain itu" Papar The Professor.
*Sumber: Wikipedia, Soccer Series: Cannon Revolution
Langganan:
Postingan (Atom)